Lantaknews.com. Jakarta-Ketua Koordinator Pusat Korps PII Wati, Melisa, mengajak generasi muda untuk meningkatkan literasi keuangan dengan membangun kebiasaan mengelola uang secara bijak, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta memprioritaskan investasi untuk pengembangan diri.
Pesan tersebut disampaikan Melisa dalam Seminar Hari Keuangan Nasional bertajuk “Meningkatkan Literasi Keuangan Generasi Muda & Memahami Peran Lembaga Penjamin Simpanan Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan Nasional” yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Bisnis Institut STIAMI, Kamis (22/10/2026), di Auditorium Institut STIAMI.
Dalam paparannya, Melisa menekankan bahwa kemampuan mengelola keuangan merupakan keterampilan penting yang perlu dimiliki generasi muda. Menurutnya, persoalan keuangan tidak selalu berkaitan dengan seberapa besar pendapatan yang dimiliki, tetapi juga bagaimana seseorang mengatur dan menggunakan uang yang tersedia.
“Uang kita terbatas, itulah yang harus dikelola. Karena itu, generasi muda perlu belajar mengendalikan pengeluaran, menghindari pemborosan, serta memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan,” ujar Melisa.
Ia menjelaskan, kebiasaan finansial yang sehat dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana, seperti menyusun prioritas pengeluaran, menyisihkan sebagian uang secara rutin, dan menghindari keputusan belanja yang hanya didorong oleh keinginan sesaat.
Melisa juga mengingatkan bahwa generasi muda perlu memiliki perspektif yang lebih luas dalam memaknai investasi. Investasi tidak hanya berorientasi pada keuntungan finansial, tetapi juga pada pengembangan kualitas diri.
Menurutnya, anak muda perlu mengalokasikan sumber daya yang dimiliki untuk tiga hal penting, yakni investasi pada aset fisik, menjaga penampilan dan kerapian diri, serta meningkatkan kemampuan atau kompetensi. Ketiganya merupakan bagian dari upaya mempersiapkan diri agar mampu menghadapi tantangan masa depan.
“Jangan sampai kita hanya menghabiskan uang untuk memenuhi keinginan sesaat. Sebagian dari apa yang kita miliki perlu dialokasikan untuk sesuatu yang memberikan manfaat jangka panjang, baik bagi diri sendiri maupun masa depan kita,” tambahnya.
Lebih lanjut, Melisa menilai literasi keuangan perlu menjadi bagian dari pembentukan karakter generasi muda. Kemampuan mengelola uang sejak dini dapat membantu anak muda membangun kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemandirian dalam mengambil keputusan finansial.
Seminar ini menjadi ruang edukasi bagi mahasiswa untuk memperluas pemahaman mengenai pengelolaan keuangan sekaligus memahami pentingnya peran lembaga keuangan dalam menjaga kepercayaan masyarakat dan stabilitas sistem keuangan nasional.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan generasi muda tidak hanya memiliki pengetahuan tentang keuangan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan kebiasaan finansial yang sehat, generasi muda diharapkan dapat tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, produktif, dan lebih siap merencanakan masa depan. (Redaksi)






















