Amsakar Luncurkan DUKSTAR, Pelayanan Kependudukan Lebih Dekat ke Warga Peringati Sumpah Pemuda 2026, Dorong Generasi Muda Berkarakter dan Peduli Bertepatan dengan Hari Bakti ke-55, Kepala BP Batam Raih Penghargaan Inovasi Membangun Negeri 2026 Harmoni Asa Usung Semangat Restorasi, Tawarkan Penguatan Aspirasi dan Pengembangan Kompetensi Mahasiswa POLSRI Pesantren An Ni’mah Sagulung Terbakar, Santri Terlihat Panik dan Berhamburan Dewi Ansar Buka OKE GAS di Mapur, Perkuat Peran Keluarga Cegah Stunting

Dunia

Beda dengan Wapres AS, Trump Sebut Konflik Melawan Iran sebagai Perang

badge-check


					Beda dengan Wapres AS, Trump Sebut Konflik Melawan Iran sebagai Perang Perbesar

Lantaknews.com. Washington-Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tampaknya berbeda pandangan dengan wakilnya, JD Vance, soal konflik dengan Iran. Trump menyebut konflik tersebut sebagai perang, sementara Vance sebaliknya.

Vance pada Kamis (4/9/2026) mengatakan, situasi di sekitar Iran bukan perang karena tidak ada aksi militer aktif. Serangan yang terjadi pun, seperti pada 30 Agustus dan 2 September pun bersifat sporadis, bukan berkelanjutan.

Namun Trump punya pandangan lain dengan menegaskan AS masih terlibat perang aktif melawan Iran.

Dia lalu menyalahkan Partai Demokrat yang menginginkan perang disudahi sebelum waktunya.

“Kaum kiri radikal gila, Demokrat, dan komunis lebih memilih kita kalah dalam perang di Iran, ketimbang Presiden Donald J Trump memenangkan perang,” tulis Trump, di akun Truth Social.

Militer AS pada Rabu lalu melancarkan serangkaian serangan besar-besaran terbaru terhadap beberapa target Iran di Selat Hormuz.

Komando Pusat (Centcom) AS menyatakan, serangan tersebut menargetkan fasilitas Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), termasuk sistem pertahanan udara, stasiun radar, aset angkatan laut, dan fasilitas komunikasi. Namun salah satu serangan menargetkan sebuah rumah yang menggelar pesta pernikahan.

Iran membalas dengan menyerang pangkalan-pangkalan militer AS di beberapa negara Timur Tengah, yakni Yordania, Bahrain, Kuwait, Uni Emirat Arab, dan Irak. (Red)

Baca Lainnya

AS Tambah Kekuatan Militer di Timur Tengah, Jumlah Kapal Perang Puluhan

22 Oktober 2026 - 23:05 WIB

Anggota Parlemen Malaysia Kalam Salan Sampaikan Pesan Berbahasa Jawa kepada Prabowo soal Kabut Asap Karhutla

22 Oktober 2026 - 15:50 WIB

Amsakar Minta Camat dan Lurah Aktif Turun ke Lapangan, Serap Aspirasi Warga

17 Oktober 2026 - 12:35 WIB

Anies Baswedan Terima Freedom of the City of London, Setara Winston Churchill

17 Oktober 2026 - 02:24 WIB

Kemenag Buka Bantuan Masjid Rp50 Juta dan Musala Rp35 Juta, Cek Syaratnya

15 Oktober 2026 - 16:02 WIB

Trending di Nasional