Operasi Patuh 2026, Polri Ajak Masyarakat Jadikan Keselamatan sebagai Kebiasaan BP Batam Matangkan Pekerjaan Teknis Jalan Gajah Mada, Pembukaan jalan Ditargetkan Sesuai Jadwal Hj.Eva Susanti Apresiasi Posbakum YBH-SSB, Dorong Sinergi Bantuan Hukum bagi Masyarakat Miskin di Palembang Komitmen Kapolda Jawa Timur menjaga Pemuda: “Pemuda Berani Melawan Narkoba, Menjaga Persatuan dan Masa Depan Jawa Timur” Daarurrahmah Cup V Resmi Dibuka, Jadi Ajang Silaturahmi dan Unjuk Bakat Pelajar SD/MI se-Kabupaten Bekasi Pengamat: Yayasan IGM Perlu Jujur Akui Ada Aktivitas Komersial, Status Nirlaba Tak Otomatis Bebas PBB

Kepulauan Riau

Gubernur Ansar Resmikan Tambatan Perahu Nelayan Teluk Umah, Komitmen Perkuat Sektor Perikanan dan Kesejahteraan Nelayan

badge-check


					Gubernur Kepri, Ansar Ahmad bersama Bupati Karimun Iskandarsyah, Wakil Bupati Karimun Rocky Marciano Bawole, dan Mantan Gubernur Kepri Nurdin Basirun memotong pita yang menandai diresmikannya tambatan perahu Teluk Umah, Karimun, Jumat (29/5/2026). Perbesar

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad bersama Bupati Karimun Iskandarsyah, Wakil Bupati Karimun Rocky Marciano Bawole, dan Mantan Gubernur Kepri Nurdin Basirun memotong pita yang menandai diresmikannya tambatan perahu Teluk Umah, Karimun, Jumat (29/5/2026).

Lantaknews.com. Dompak-Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad meresmikan Tambatan Perahu Nelayan di Kelurahan Teluk Umah (Leho), Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun, Jumat (29/5/2026).

Infrastruktur ini dibangun melalui APBD Provinsi Kepulauan Riau, menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat sektor kelautan dan perikanan sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan di daerah pesisir.

Pembangunan tambatan perahu nelayan di Kelurahan Teluk Umah dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2025 dengan nilai anggaran sebesar Rp319.982.412. Tambatan memiliki panjang trestle 59,69 meter, lebar 1,5 meter, ketebalan pelat lantai 12 sentimeter, serta ukuran T sebesar 2 x 3 meter.

Tambatan perahu ini diproyeksikan dapat melayani sekitar 100 unit kapal perikanan berukuran 1 hingga 5 GT yang selama ini digunakan nelayan Teluk Umah untuk aktivitas penangkapan ikan dengan berbagai jenis alat tangkap seperti jaring tenggiri, pancing, rawai, dan alat tangkap lainnya.

“Fasilitas ini bukan sekadar infrastruktur fisik, tetapi merupakan bentuk keberpihakan pemerintah kepada masyarakat nelayan. Dengan adanya tambatan perahu yang lebih layak, aktivitas bongkar muat hasil tangkapan dan mobilitas nelayan akan semakin mudah, aman, dan efisien,” terang Gubernur Ansar dalam sambutannya.

Gubernur Ansar menegaskan bahwa pembangunan sarana dan prasarana perikanan merupakan kebutuhan strategis bagi Provinsi Kepulauan Riau yang memiliki karakteristik wilayah kepulauan.

Sebagaimana diketahui, Provinsi Kepulauan Riau merupakan daerah kepulauan dengan 98 persen wilayahnya berupa lautan dan hanya 2 persen daratan. Terdapat 2.028 pulau, dengan 394 pulau berpenghuni dan 22 pulau terdepan yang berbatasan langsung dengan negara-negara ASEAN seperti Singapura, Malaysia, Vietnam, dan Kamboja.

“Kondisi ini menjadikan sektor kelautan dan perikanan sebagai salah satu tulang punggung perekonomian masyarakat,” tegas Ansar.

Menurutnya, saat ini terdapat sekitar 72.210 nelayan di Kepulauan Riau yang sebagian besar bergerak di bidang penangkapan ikan dan budidaya perikanan. Karena itu, pemerintah terus berupaya menghadirkan berbagai program dan infrastruktur pendukung agar aktivitas nelayan semakin produktif dan berkelanjutan.

Ansar menjelaskan bahwa Kepulauan Riau berada dalam Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) 711 yang memiliki potensi sumber daya ikan yang sangat besar.

Tamatan perahu yang dibangun menggunakan dana APBD Provinsi Kepri ini cukup untuk 100 unit kapal perikanan berukuran 1-5 GT.

Berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 22 Tahun 2022, wilayah tersebut memiliki potensi lestari sumber daya ikan mencapai 1,3 juta ton per tahun dengan jumlah tangkapan yang diperbolehkan sebesar 900 ribu ton per tahun.

“Potensi besar ini harus diimbangi dengan penguatan teknologi penangkapan ikan, peningkatan kualitas sumber daya manusia nelayan, serta modernisasi armada perikanan agar mampu memberikan manfaat ekonomi yang optimal bagi masyarakat,” jelasnya.

Kabupaten Karimun memiliki potensi perikanan yang relatif besar. Di Kabupaten ini terdapat sekitar 14.260 nelayan, 4.543 unit armada kapal perikanan di bawah 5 GT, sekitar 583 unit kapal berukuran 6 hingga 30 GT, serta produksi perikanan tangkap tahun 2025 mencapai 55,159 ribu ton.

Potensi tersebut menjadi dasar bagi Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Riau membangun Tambatan Perahu Nelayan Teluk Umah sebagai salah satu bentuk dukungan nyata kepada masyarakat nelayan.

Lebih lanjut, Ansar menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah kabupaten/kota dan berbagai pemangku kepentingan dalam menyediakan sarana produksi perikanan serta memperluas akses ekonomi bagi nelayan.

“Kita ingin nelayan Kepulauan Riau semakin maju, produktif, dan sejahtera. Karena itu, dukungan terhadap sektor kelautan dan perikanan akan terus menjadi perhatian pemerintah melalui pembangunan infrastruktur, bantuan sarana produksi, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia,” ujarnya.

Mengakhiri sambutannya, Ansar berharap tambatan perahu yang telah dibangun tersebut dapat dimanfaatkan dan dirawat dengan baik oleh masyarakat sehingga memberikan manfaat jangka panjang bagi aktivitas perikanan di Kabupaten Karimun.

“Semoga tambatan perahu ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk melayani kapal-kapal perikanan, khususnya bagi nelayan Kelurahan Teluk Umah dan Kabupaten Karimun pada umumnya. Mari kita jaga bersama fasilitas ini agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh generasi nelayan yang akan datang,” tutup Ansar.

Turut hadir Bupati Karimun Iskandarsyah, Wakil Bupati Karimun Rocky Marciano Bawole, Gubernur Kepulauan Riau periode 2016–2021 Nurdin Basirun, Ketua DPRD Kabupaten Karimun R. Rafiza, Lurah Teluk Umah, unsur Babinsa dan Bhabinkamtibmas, tokoh masyarakat, serta para nelayan Kelurahan Teluk Umah.

Sumber: MC Kepri
Redaksi: Qanit MY

Baca Lainnya

Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Ansar Ajak Generasi Muda Patriotik, Gigih, dan Berempati.

28 Oktober 2026 - 08:50 WIB

Wagub Nyanyang Terima Kunjungan International Zheng He Society, Kepri Bidik Peluang Kerja Sama Maritim dan Investasi Global

28 Oktober 2026 - 08:43 WIB

Titik Wijanarti Pamit Dari Kantor Bahasa Kepulauan Riau

28 Oktober 2026 - 08:37 WIB

Dewi Ansar Buka OKE GAS di Mapur, Perkuat Peran Keluarga Cegah Stunting

27 Oktober 2026 - 13:43 WIB

Pemprov Kepri dan Kejati Kepri Perkuat Pengamanan Proyek Strategis dan Pemulihan Aset Daerah

27 Oktober 2026 - 13:25 WIB

Trending di Kepulauan Riau