Generasi Merdeka Hadir di Tengah Warga Cilegon,Erupsi Anak Gunung Krakatau Bagikan Masker dan Nasi Kotak, Hadir Jumat Berkah Musancab PKB Brebes: Meneguhkan Kemenangan Politik Tahun 2029 HIMASAL Brebes dalam Tarikan Nafas Khidmat Masyayekh Lirboyo Mengenal Prof Dr Suwendi Sang Pejuang Pendidikan Keagamaan di Nusantara. Buka Mubes PK NTT Batam, Amsakar Tekankan Keberagaman Harus Jadi Kekuatan Komisaris PT Pertamina Arun Gas (PAG) Dukung PKRM PRIMA DMI Langsa 2026. Wanda Assyura: remaja masjid harus diberi ruang untuk berkreasi.

Regional

Gubernur Aceh Ke-13 yang juga tokoh perdamaian Aceh Dr Zaini Abdullah Berpulang

badge-check


					Gubernur Aceh Ke-13 yang juga tokoh perdamaian Aceh Dr Zaini Abdullah Berpulang Perbesar

Lanteknews.com. Banda Aceh-Kabar duka menyelimuti masyarakat Aceh. Salah satu tokoh perjuangan Aceh sekaligus mantan Gubernur Aceh, Dr. Zaini Abdullah, meninggal dunia pada Sabtu (13/6/2026) pukul 12.24 WIB di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh.

Kepergian Dr. Zaini Abdullah menjadi kehilangan besar bagi Aceh. Almarhum dikenal luas sebagai sosok yang memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah Aceh, baik dalam masa perjuangan maupun dalam proses pembangunan daerah pascaperdamaian.

Kabar wafatnya almarhum dengan cepat menyebar dan memicu gelombang duka dari berbagai kalangan. Ucapan belasungkawa datang dari tokoh masyarakat, ulama, pejabat pemerintahan, hingga masyarakat umum yang mengenal dedikasi dan pengabdian beliau terhadap Aceh.

Dr. Zaini Abdullah merupakan figur yang memiliki rekam jejak panjang dalam perjalanan politik dan sosial Aceh. Selain dikenal sebagai seorang dokter, beliau juga menjadi salah satu tokoh sentral dalam perjuangan rakyat Aceh dan berkontribusi dalam berbagai proses penting yang mengantarkan Aceh menuju era perdamaian.

Dalam perjalanan pemerintahan, Dr. Zaini Abdullah pernah dipercaya memimpin Aceh sebagai gubernur. Kepemimpinannya dikenang sebagai periode yang berfokus pada pembangunan daerah, penguatan perdamaian, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Semasa hidupnya, almarhum dikenal sebagai pribadi yang sederhana, tenang, dan dekat dengan masyarakat. Komitmennya terhadap kemajuan Aceh membuat namanya tetap dihormati lintas generasi. Banyak pihak menilai bahwa dedikasi dan pengorbanannya telah menjadi bagian penting dari sejarah modern Aceh.

Berdasarkan informasi keluarga, jenazah almarhum akan dishalatkan di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh setelah pelaksanaan salat Ashar. Ribuan pelayat diperkirakan akan hadir untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang telah mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk Aceh.

Selanjutnya, jenazah akan dibawa ke kampung halamannya di Teureubue, Kabupaten Pidie, untuk dimakamkan. Prosesi pemakaman diperkirakan berlangsung dengan dihadiri keluarga, sahabat, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen masyarakat yang ingin mengantarkan almarhum ke peristirahatan terakhir.

Kepergian Dr. Zaini Abdullah meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Aceh. Namun, warisan pemikiran, perjuangan, dan pengabdian yang telah ditorehkannya akan tetap dikenang sebagai bagian penting dalam perjalanan sejarah daerah ini.

“Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Semoga Allah SWT mengampuni segala khilaf almarhum, melapangkan kuburnya, menerima seluruh amal ibadahnya, serta menempatkannya bersama para aulia dan syuhada. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan dalam menghadapi musibah ini. (**)

Baca Lainnya

BPJS Ketenagakerjaan Langsa Siap Berkolaborasi Sukseskan Festival PKRM PRIMA DMI

11 September 2026 - 01:38 WIB

Sekretaris Umum HISSI Aceh Apresiasi dan Dukung Penuh PKRM PRIMA DMI Langsa

11 September 2026 - 01:35 WIB

Semarak Memperingati Maulid, KKN Desa Dewi Sri Melaksanakan Pekan Kreativitas Anak Islami asah potensi dan Nilai Keislamaan Anak

10 September 2026 - 08:20 WIB

Ketua Baitul Mal Langsa Dukung PKRM dan PRIMA DMI Langsa Award 2026

10 September 2026 - 07:54 WIB

MPU Langsa Dukung Penuh PKRM PRIMA DMI, Tekankan Pentingnya Pedoman Syariat Islam dan jaga koridor syariat.

10 September 2026 - 05:48 WIB

Trending di Aceh