BP Batam dan UIB Jalin Kerja Sama Penyelenggaraan Rumah Sakit Pendidikan Lepas Kontingen Karimun, Endipat Wijaya Siapkan Bonus untuk Atlet yang Berprestasi Reses di Karimun, Endipat Wijaya Perjuangkan Pendidikan hingga Ambulance Gratis Sekda Firmansyah: Mubaligh Berperan Penting Menjaga Persatuan dan Menangkal Hoaks Pemprov Kepri dan Lima Daerah Bersinergi, Siapkan 171 ASN Jadi Komponen Cadangan Pemprov Kepri Hibahkan Barang dan Kendaraan untuk Lembaga Nirlaba Sosial Kemasyarakatan, Gubernur: “Ini Wujud Komitmen Pemerintah”

Pendidikan

Mendikdasmen Abdul Mu’ti Tegaskan Sekolah Tak Ada WFH, Proses Belajar Mengajar Tetap Tatap Muka!

badge-check


					Foto: Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti. Perbesar

Foto: Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti.

LantakNews.Com. Jakarta-Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa kegiatan belajar mengajar pada seluruh jenjang pendidikan dasar dan menengah tetap berlangsung secara tatap muka (luring) dan berjalan normal, meskipun pemerintah tengah menerapkan kebijakan transformasi budaya kerja nasional.

Penegasan tersebut disampaikan sebagai bagian dari arah kebijakan pemerintah dalam program 8 Transformasi Budaya Kerja Nasional, yang tetap menempatkan sektor pendidikan sebagai layanan prioritas yang harus berjalan secara langsung di satuan pendidikan.

Dalam keterangannya, Abdul Mu’ti menyebutkan bahwa transformasi budaya kerja merupakan langkah strategis pemerintah untuk menciptakan sistem kerja yang lebih adaptif, produktif, dan berkelanjutan, tanpa mengorbankan kualitas layanan pendidikan.

“Transformasi budaya kerja yang tengah dijalankan pemerintah merupakan langkah strategis untuk membangun sistem kerja yang lebih adaptif, produktif, dan berkelanjutan,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).

Meski demikian, ia menekankan bahwa sektor pendidikan memiliki karakteristik khusus yang mengandalkan interaksi langsung antara guru dan peserta didik. Oleh karena itu, pembelajaran tatap muka tetap menjadi prioritas utama dan tidak akan digantikan dengan skema bekerja dari rumah (work from home / WFH).

Selain kegiatan akademik, Mendikdasmen juga memastikan bahwa aktivitas non-akademik seperti olahraga, ekstrakurikuler, dan pengembangan prestasi siswa tetap dapat dilaksanakan secara normal tanpa pembatasan.

Di sisi lain, Abdul Mu’ti mendorong seluruh satuan pendidikan untuk turut mendukung kebijakan efisiensi energi nasional. Sekolah diimbau menerapkan budaya hemat energi melalui penggunaan listrik secara bijak, memaksimalkan pencahayaan alami, serta membangun kebiasaan ramah lingkungan di kalangan warga sekolah.

Menurutnya, keberlangsungan pembelajaran tatap muka tidak hanya menjaga stabilitas layanan publik di sektor pendidikan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam upaya membangun sumber daya manusia yang berkualitas.

Baca Lainnya

10 Tahun Diperjuangkan, Gas Natuna Kini Resmi Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi

28 Oktober 2026 - 19:53 WIB

Operasi Patuh 2026, Polri Ajak Masyarakat Jadikan Keselamatan sebagai Kebiasaan

28 Oktober 2026 - 17:34 WIB

Setelah Ramai Jadi Sorotan Publik, Dua Putra Gus Irfan Tinggalkan Jabatan Tenaga Ahli Kemenhaj

27 Oktober 2026 - 09:09 WIB

Wamenhaj Imbau Umrah Tak Naik Pesawat Transit Malaysia-Singapura

26 Oktober 2026 - 20:21 WIB

Bamsoet Dukung Sufmi Dasco: Indonesia Harus Berani Tentukan Rating Bursa Sendiri, MSCI Bukan Penentu Nasib Ekonomi Bangsa

26 Oktober 2026 - 12:28 WIB

Trending di Nasional