Generasi Merdeka Hadir di Tengah Warga Cilegon,Erupsi Anak Gunung Krakatau Bagikan Masker dan Nasi Kotak, Hadir Jumat Berkah Musancab PKB Brebes: Meneguhkan Kemenangan Politik Tahun 2029 HIMASAL Brebes dalam Tarikan Nafas Khidmat Masyayekh Lirboyo Mengenal Prof Dr Suwendi Sang Pejuang Pendidikan Keagamaan di Nusantara. Buka Mubes PK NTT Batam, Amsakar Tekankan Keberagaman Harus Jadi Kekuatan Komisaris PT Pertamina Arun Gas (PAG) Dukung PKRM PRIMA DMI Langsa 2026. Wanda Assyura: remaja masjid harus diberi ruang untuk berkreasi.

Tanjungpinang

Festival Penyengat Heritage 2026 Satukan Tiga Negara, 200 Jong Hidupkan Wisata Maritim Kepri

badge-check

Kota Tanjungpinang – Ratusan peserta dari Indonesia, Malaysia, dan Singapura memeriahkan Festival Penyengat Heritage 2026 yang digelar di kawasan Pantai Balai Adat Pulau Penyengat, Sabtu (20/6). Festival ini menghadirkan Pulau Penyengat sebagai ruang pertemuan budaya serumpun sekaligus penggerak wisata maritim Kepulauan Riau.

Mengusung tema Regenerative Lifestyle Tourism, festival ini memadukan pelestarian budaya dan pengembangan ekowisata pesisir. Rangkaian kegiatan meliputi Festival Jong, lomba gasing, pertunjukan seni Melayu, bazar kuliner, hingga penanaman mangrove di kawasan pesisir.

Festival Jong menjadi daya tarik utama dengan partisipasi 200 perahu layar tradisional dari 55 klub. Peserta datang dari berbagai daerah di Indonesia, serta Malaysia dan Singapura, menjadikan ajang ini sebagai pertemuan budaya maritim lintas negara di kawasan Melayu.

Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad mengatakan Penyengat Heritage 2026 diharapkan menjadi agenda budaya unggulan yang tidak hanya menjaga warisan Melayu, tetapi juga mendorong pertumbuhan pariwisata dan ekonomi kreatif di Kepri.

Pulau Penyengat, kata Ansar, memiliki peran penting dalam sejarah kawasan yang perlu terus dijaga melalui pengembangan kegiatan budaya secara berkelanjutan.

“Pulau yang kecil ini punya peran besar dalam sejarah. Kegiatan seperti ini akan terus kita kembangkan, dan setiap pelaksanaan perlu dievaluasi agar semakin menarik,” ujarnya.

Wakil Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan festival tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memperkuat kolaborasi berbagai pihak dalam pelestarian budaya, menjaga lingkungan, serta mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ia juga mengajak seluruh pihak menjaga Pulau Penyengat sebagai salah satu pusat peradaban Melayu yang menjadi kebanggaan Kepulauan Riau dan Indonesia.

“Semoga semangat kolaborasi ini terus berlanjut dalam langkah nyata ke depan,” ucapnya.

Sementara itu, Koordinator wisatawan asal Malaysia dari Balai Heritage Centre, Najwa Shahab, menyampaikan Pulau Penyengat menyimpan kekayaan sejarah yang penting untuk dipelajari lebih dalam, khususnya terkait Engku Putri Hamidah dan para raja terdahulu.

“Sebagai dosen di Heritage Centre, kami ingin mengkaji lebih dalam sejarah di sini karena banyak sumber dan galeri yang bisa dipelajari,” kata Najwa.

Ia berharap Pulau Penyengat dapat semakin terbuka sebagai destinasi wisata sejarah yang menarik kunjungan wisatawan dari negara serumpun maupun internasional.

“Harapan kami, lebih banyak pengunjung dari Singapura, Malaysia, dan negara lain datang ke sini untuk mengenal sejarah Melayu. Kita ini serumpun,” pungkasnya.

Sumber: MC TPI
Redaksi: Qanit MY

Baca Lainnya

Mulai 7 September 2026, Bank Pekreditan Rakyat Bestari Bertransformasi Menjadi PT. BPR Bestari (Perseroda)

11 September 2026 - 17:46 WIB

Kualitas Udara Tanjungpinang Masih Kategori Sedang, Masyarakat Diimbau Tetap Waspada

11 September 2026 - 07:45 WIB

Wamenkes II Tinjau CKG Terintegrasi Skrining TBC di Tanjungpinang

11 September 2026 - 07:41 WIB

81 Tahun Mengudara, Pemko Tanjungpinang Apresiasi RRI Hadir Menjadi Ruang Informasi Dan Dekat Dengan Masyarakat

11 September 2026 - 07:35 WIB

Wali Kota Lis Darmansyah Kukuhkan Direksi dan Komisaris Periode 2026–2031, BPR Bestari Luncurkan Logo Baru

10 September 2026 - 14:20 WIB

Trending di Tanjungpinang