PB PII Dorong Evaluasi dan Transparansi Penanganan Kasus Santriwati di Sukoharjo MA Kabulkan Kasasi, Suket Penyetaraan SMA Gibran Dinyatakan Tidak Sah Kecamatan Sagulung Ukir Prestasi, Raih IPP 4,20 Kategori A dan Puncaki Penilaian Pelayanan Publik Se-Kota Batam 2026 Wawako Raja Ariza Ajak Warga Kampung Bugis Cegah Narkoba Harga Pangan Berbeda Antarkios, Ini Penyebabnya Karang Taruna Kota Batam: Peringati Hari Sumpah Pemuda Ke-98, Ketua Karang Taruna Kota Batam Ajak Pemuda Bersatu, Berkarya dan Berjaya Untuk Kemajuan Batam

Tanjungpinang

Wali Kota Lis: Sejarah Tanjungpinang Harus Jadi Urusan Masa Depan

badge-check


					Wali Kota Lis: Sejarah Tanjungpinang Harus Jadi Urusan Masa Depan Perbesar

Lantaknews.com. Kota Tanjungpinang-Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah ingin mengubah cara berpikir tentang sejarah. Bukan sekadar catatan masa lalu atau warisan yang disimpan, sejarah harus menjadi sumber pengetahuan dan modal bagi masa depan Tanjungpinang.

“Jangan menempatkan sejarah hanya sebagai urusan masa lalu. Sejarah adalah urusan masa depan,” kata Lis.

Hal itu disampaikan Lis saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Peningkatan Akses Masyarakat terhadap Data dan Informasi Sejarah (Penyusunan Buku Sejarah) Kota Tanjungpinang Tahun 2026 di Plaza Hotel Tanjungpinang, Rabu (16/9/2026).

Menurut Lis, cara pandang tersebut penting bagi Tanjungpinang yang memiliki perjalanan panjang dalam sejarah peradaban Melayu. Jejaknya terbentang dari Bintan, Sungai Carang, Kota Piring dan Pulau Penyengat hingga Daik-Lingga, Johor, Singapura dan Melaka.

Warisan tersebut, kata Lis, perlu dihadirkan lebih dekat kepada masyarakat, terutama generasi muda, agar sejarah tidak berhenti sebagai pengetahuan di buku, tetapi dipahami melalui pendidikan, kebudayaan dan pariwisata.

Pulau Penyengat menjadi salah satu contohnya. Kawasan itu tidak seharusnya hanya dikenal sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai ruang untuk mengenal Raja Ali Haji, Gurindam Dua Belas, manuskrip, tradisi keagamaan, kesusastraan Melayu hingga sejarah pemerintahan.

“Ketika orang datang ke Penyengat, kita jangan puas hanya ketika mereka berfoto di Masjid Raya Sultan Riau. Kita ingin mereka pulang dengan pengetahuan,” ujarnya.

Untuk mendekatkan sejarah kepada generasi muda, Lis menyebut materi sejarah dapat dikemas melalui berbagai bentuk, mulai dari buku, komik, video pendek, permainan digital, kunjungan lapangan hingga storytelling.

“Mencintai kota harus dimulai dengan mengenal kotanya,” katanya.

Sumber sejarah juga tidak hanya berada di museum atau lembaga kearsipan. Foto keluarga, surat, dokumen lama, peta hingga cerita yang diwariskan antargenerasi yang masih tersimpan di masyarakat dapat melengkapi catatan sejarah Tanjungpinang.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang Muhammad Nazri menyampaikan pentingnya penulisan sejarah agar jejak masa lalu tidak terputus.

“Kisah sejarah harus dituliskan. Kalau tidak, jejak itu lama-lama hanya menjadi kisah rakyat yang tidak terekam dan tercatat,” tutur Nazri.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 40 peserta dari unsur pemerintah, sekolah, perpustakaan dan kearsipan, LAM, budayawan, sejarawan serta Balai Pelestarian Kebudayaan Riau-Kepri.

FGD berlangsung selama dua hari, 16-17 September. Hari pertama membahas penyusunan dua buku kajian naskah kuno, yakni Kanun dan Pengobatan Melayu. Sementara hari kedua, Kamis (17/9), diisi dengan perumusan hasil. (Red)

Baca Lainnya

Wawako Raja Ariza Ajak Warga Kampung Bugis Cegah Narkoba

30 Oktober 2026 - 11:56 WIB

Harga Pangan Berbeda Antarkios, Ini Penyebabnya

30 Oktober 2026 - 11:51 WIB

Matangkan persiapan, jadwal pelaksanaan Porprov VI Kepri Resmi Dirilis : 30 cabang Olahraga Siap Dipertandingkan di Tanjungpinang

29 Oktober 2026 - 14:52 WIB

Wawako Raja Ariza Sambut Yachter Mancanegara dalam Welcome Dinner Sail 2 Indonesia 2026

29 Oktober 2026 - 14:47 WIB

Wawako Raja Ariza Sambut Yachter Mancanegara dalam Welcome Dinner Sail 2 Indonesia 2026

29 Oktober 2026 - 05:12 WIB

Trending di Tanjungpinang