PB PII Dorong Evaluasi dan Transparansi Penanganan Kasus Santriwati di Sukoharjo MA Kabulkan Kasasi, Suket Penyetaraan SMA Gibran Dinyatakan Tidak Sah Kecamatan Sagulung Ukir Prestasi, Raih IPP 4,20 Kategori A dan Puncaki Penilaian Pelayanan Publik Se-Kota Batam 2026 Wawako Raja Ariza Ajak Warga Kampung Bugis Cegah Narkoba Harga Pangan Berbeda Antarkios, Ini Penyebabnya Karang Taruna Kota Batam: Peringati Hari Sumpah Pemuda Ke-98, Ketua Karang Taruna Kota Batam Ajak Pemuda Bersatu, Berkarya dan Berjaya Untuk Kemajuan Batam

Tanjungpinang

Seminar Hasil Kajian Koleksi Museum Perkuat Upaya Pelestarian Sejarah dan Budaya Tanjungpinang

badge-check


					Seminar Hasil Kajian Koleksi Museum Perkuat Upaya Pelestarian Sejarah dan Budaya Tanjungpinang Perbesar

Lantaknews.com. Kota Tanjungpinang-Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menggelar Seminar Hasil Kajian Koleksi Museum Tahun 2026 di Aula Terbuka Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah (SSBA), Rabu (23/9/2026).

Seminar yang berlangsung selama dua hari, 23–24 September 2026, menjadi bagian dari rangkaian kegiatan kajian koleksi museum yang telah dilaksanakan selama tiga bulan. Kajian tersebut dilakukan untuk menggali, mengidentifikasi, menganalisis, serta mendokumentasikan nilai sejarah dan sosial budaya yang terkandung dalam koleksi Museum SSBA.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang, Muhammad Nazri, S.Sos., mengatakan kajian terhadap koleksi museum merupakan bagian penting dalam memperkuat fungsi museum sebagai ruang edukasi sekaligus pusat pelestarian sejarah dan kebudayaan.

“Setiap koleksi museum memiliki nilai sejarah dan informasi yang penting untuk diketahui masyarakat. Karena itu, kajian terhadap koleksi perlu dilakukan secara ilmiah agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat memiliki dasar yang kuat dan dapat terus dikembangkan,” ujar Nazri.

Menurutnya, hasil kajian diharapkan tidak berhenti pada dokumentasi internal museum, tetapi dapat menjadi sumber pengetahuan yang memberikan manfaat lebih luas, khususnya bagi pelajar, mahasiswa, akademisi, komunitas sejarah dan budaya, serta masyarakat umum.

“Melalui hasil kajian ini, kita ingin memperkuat peran Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah sebagai pusat informasi, edukasi dan pelestarian sejarah serta budaya Tanjungpinang,” katanya.

Sementara itu, Kepala UPTD Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah Kota Tanjungpinang, Siti Umi Muslimah, S.IP., M.M., menjelaskan kajian koleksi telah dilakukan selama tiga bulan dengan melibatkan tenaga ahli yang memiliki kompetensi di bidang sejarah dan budaya.

“Selama tiga bulan, tim telah melakukan identifikasi, analisis dan penyusunan naskah kajian terhadap koleksi museum. Seminar ini menjadi ruang untuk memaparkan hasil kajian sekaligus mendapatkan masukan dari berbagai pihak,” jelas Siti.

Ia berharap hasil kajian tersebut dapat memperkaya informasi mengenai koleksi yang dimiliki Museum SSBA sekaligus meningkatkan pemanfaatan museum sebagai sumber pembelajaran bagi masyarakat.

Seminar tersebut menghadirkan tenaga ahli kajian, yakni Jumhari, S.S., Hum., Dr. Anastasia Wiwik Swastiwi, M.A., dan Rianto, M.A. Kegiatan juga melibatkan perwakilan Lembaga Adat Melayu (LAM), Masyarakat Sejarah Indonesia (MSI), guru sejarah SMA/SMK, akademisi, mahasiswa, Sahabat Museum, serta Duta Museum.

Siti menambahkan, keterlibatan berbagai unsur tersebut penting untuk membangun sinergi dalam upaya pelestarian sejarah dan budaya di Kota Tanjungpinang.

“Kami berharap hasil kajian ini dapat memberikan manfaat bagi pengembangan pengetahuan, pelestarian budaya, serta peningkatan kualitas layanan edukasi museum. Masukan dari akademisi, guru, mahasiswa, komunitas dan masyarakat juga sangat penting bagi pengembangan museum ke depan,” ujarnya.

Pelaksanaan kegiatan Kajian Koleksi Museum dan Seminar Hasil Kajian tersebut didukung melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Non-Fisik Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) Museum dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia Tahun Anggaran 2026.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Tanjungpinang terus mendorong penguatan museum sebagai ruang yang tidak hanya menyimpan benda-benda bersejarah, tetapi juga mampu menghadirkan pengetahuan, nilai sejarah dan identitas budaya kepada generasi masa kini dan mendatang. (Red)

Baca Lainnya

Wawako Raja Ariza Ajak Warga Kampung Bugis Cegah Narkoba

30 Oktober 2026 - 11:56 WIB

Harga Pangan Berbeda Antarkios, Ini Penyebabnya

30 Oktober 2026 - 11:51 WIB

Matangkan persiapan, jadwal pelaksanaan Porprov VI Kepri Resmi Dirilis : 30 cabang Olahraga Siap Dipertandingkan di Tanjungpinang

29 Oktober 2026 - 14:52 WIB

Wawako Raja Ariza Sambut Yachter Mancanegara dalam Welcome Dinner Sail 2 Indonesia 2026

29 Oktober 2026 - 14:47 WIB

Wawako Raja Ariza Sambut Yachter Mancanegara dalam Welcome Dinner Sail 2 Indonesia 2026

29 Oktober 2026 - 05:12 WIB

Trending di Tanjungpinang