Kecewa Atas Penanganan Sejumlah Kasus, Irfan Nazori Gantung Kutang dan Celana Dalam Di Depan Polres Musi Banyuasin Tuan Rumah Tanjungpinang Raih Emas, Perak dan Perunggu pada Cabor Panjat Tebing Porprov VI Kepri Dirjen Otda Siap Fasilitasi Usulan Pembangunan Embung ke Kementerian PU Dandim 0315/Tanjungpinang Silaturahmi, Wali Kota Lis Harapkan Sinergi Terus Terjalin Wali Kota Lis: Kemitraan REI dan Pemda Buka Peluang Investasi di Tanjungpinang Pemko Siapkan Senggarang dan Kampung Bugis Jadi Pusat Ekonomi Baru Mulai 2027

Kepulauan Riau

82 Kampung Nelayan di Kepri Masuki Tahap Survei Topografi Sebagai Syarat Program KNMP

badge-check


					Seorang nelayan mendayung sampan di kawasan pesisir Desa Pulau Pinang, Kecamatan Tambelan, Kabupaten Bintan. Sebanyak 82 kawasan pesisir di Kepri yang diusulkan dalam Program Kampung Nelayan Merah Putih kini telah memasuki tahap survei topografi. Perbesar

Seorang nelayan mendayung sampan di kawasan pesisir Desa Pulau Pinang, Kecamatan Tambelan, Kabupaten Bintan. Sebanyak 82 kawasan pesisir di Kepri yang diusulkan dalam Program Kampung Nelayan Merah Putih kini telah memasuki tahap survei topografi.

Lantaknews.com. Dompak-Sebanyak 82 dari 120 kawasan pesisir di Kepulauan Riau (Kepri) yang diusulkan sebagai Kampung Nelayan Merah Putih / KNMP, telah memasuki tahap survei topografi. Survei topografi merupakan syarat mutlak dalam Program Kampung Nelayan Merah Putih/KNMP untuk menyusun Detail Engineering Design (DED).

Adapun 82 titik lokasi yang sedang menjalani survei topografi tersebar di sejumlah kabupaten/kota, yakni sebanyak 17 titik di Kabupaten Natuna, 18 titik di Kabupaten Lingga, 10 titik di Kabupaten Bintan, 20 titik di Kabupaten Kepulauan Anambas, 9 titik di Kabupaten Karimun, 4 titik di Kota Tanjungpinang, dan 4 titik di Kota Batam.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad saat memimpin Rapat Evaluasi dan Konsolidasi Usulan Kampung Nelayan Merah Putih di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Senin (22/6/2026) meminta seluruh pemerintah kabupaten/kota untuk segera menuntaskan berbagai persyaratan administrasi dan kelengkapan data yang diperlukan guna mendukung pelaksanaan survei topografi.

“Saya berharap seluruh pihak dapat berperan aktif dalam menggesa percepatan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Provinsi Kepulauan Riau,” tegasnya.

Ansar juga memastikan bahwa setelah penyelesaian survei topografi pada 82 titik lokasi serta 18 titik usulan tambahan prioritas rampung, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau akan mengajak seluruh bupati dan wali kota untuk bertemu langsung dengan Menteri Kelautan dan Perikanan guna membahas percepatan realisasi pembangunan program tersebut.

“Saya mendorong bupati, wali kota, sekda kabupaten/kota, kepala desa, serta Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Riau agar mempercepat pemenuhan seluruh persyaratan yang diperlukan secara cermat sehingga proses survei topografi dapat berjalan dengan baik dan lancar,” kata Ansar.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad didampingi Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kepri Luki Zaiman Prawira dan Kadis Kelautan dan Perikanan memimpin Rapat Evaluasi dan Konsolidasi Usulan Kampung Nelayan Merah Putih di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Senin (22/6/2026).

Program Kampung Nelayan Merah Putih ditegaskan Ansar sangat penting bagi daerah pesisir dan kepulauan. Melalui program yang digagas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tersebut, kawasan pesisir dan kepulauan akan ditata secara lebih terintegrasi, modern, dan berkelanjutan.

“Dengan penataan yang baik, kesejahteraan masyarakat pesisir dapat meningkat dan pertumbuhan ekonomi daerah juga akan semakin kuat. Kepri merupakan provinsi kepulauan yang memiliki banyak kawasan pesisir sehingga program ini sangat relevan bagi kita,” pungkasnya.

Sementara itu, Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kepri Luki Zaiman Prawira menjelaskan bahwa Pemprov Kepri melalui DKP Kepri juga mengusulkan tambahan 18 titik lokasi prioritas untuk pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih.

“Hingga saat ini terdapat tiga Kampung Nelayan Merah Putih yang telah selesai dibangun di Kota Batam. Sementara satu lokasi lainnya di Kabupaten Natuna masih dalam proses pembangunan dan diperkirakan selesai pada Juli 2026,” jelas Luki.

Adapun rapat ini turut dihadiri Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kepri Said Sudrajat.

Sumber: MC KEPRI
Redaksi: Qanit MY

Baca Lainnya

Sekdaprov Misni Hadiri MUSDA IV LVRI dan MUSDA PD PIVERI Kepri

4 November 2026 - 20:07 WIB

Lintas Sektor di Kepri Gelar Rapat Persiapan Hadapi Puncak Musim Hujan dan Dampak Perubahan Iklim

4 November 2026 - 20:01 WIB

Ansar Ahmad Hadiri Pelantikan DPD Pengajian Al-Hidayah Kepri, Dewi Ansar Pimpin Periode 2025-2030

2 November 2026 - 11:11 WIB

Porprov VI Kepri 2026 Dimulai, Ajang Lahirnya Atlet Berprestasi di Tingkat Nasional

2 November 2026 - 11:03 WIB

Wagub Nyanyang Harapkan IKAL Lemhannas Jadi Mitra Strategis Perkuat Ketahanan Kepri

31 Oktober 2026 - 16:45 WIB

Trending di Kepulauan Riau