Kecewa Atas Penanganan Sejumlah Kasus, Irfan Nazori Gantung Kutang dan Celana Dalam Di Depan Polres Musi Banyuasin Tuan Rumah Tanjungpinang Raih Emas, Perak dan Perunggu pada Cabor Panjat Tebing Porprov VI Kepri Dirjen Otda Siap Fasilitasi Usulan Pembangunan Embung ke Kementerian PU Dandim 0315/Tanjungpinang Silaturahmi, Wali Kota Lis Harapkan Sinergi Terus Terjalin Wali Kota Lis: Kemitraan REI dan Pemda Buka Peluang Investasi di Tanjungpinang Pemko Siapkan Senggarang dan Kampung Bugis Jadi Pusat Ekonomi Baru Mulai 2027

Kepulauan Riau

Gubernur Ansar Minta Permainan Rakyat Dikemas Baik, Dijadikan Daya Tarik Wisata Budaya

badge-check


					Gubernur Ansar bersama Wagub Nyanyang, Wakil Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza dan Ketua LAM Kepri menyaksikan permainan gasing di event Penyengat Heritage 2026. Perbesar

Gubernur Ansar bersama Wagub Nyanyang, Wakil Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza dan Ketua LAM Kepri menyaksikan permainan gasing di event Penyengat Heritage 2026.

Lantaknews.com. Dompak-Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad mengusulkan agar berbagai permainan rakyat yang ada di Kepulauan Riau dikemas secara menarik hingga mampu menjadi daya tarik wisata budaya.

“Ke depan saya berharap lebih banyak permainan rakyat yang bisa diangkat kembali. Jangan sampai permainan-permainan tradisional kita hilang atau terbenam oleh perkembangan zaman. Permainan seperti canang, petak umpet, egrang, dan berbagai permainan rakyat lainnya perlu kita kemas menjadi daya tarik wisata budaya,” ungkap Ansar pada penutupan Penyengat Heritage 2026 di Balai Adat, Pulau Penyengat, Sabtu (20/6/2026) sore.

Menurutnya, pelestarian budaya harus dilakukan secara berkelanjutan, termasuk menghidupkan kembali berbagai permainan tradisional yang mulai jarang dimainkan generasi muda.

Ansar bahkan mengusulkan event Penyengat Heritage yang menampilkan berbagai atraksi serta perlombaan permainan rakyat setempat dapat diselenggarakan dalam durasi yang lebih panjang sehingga memberi dampak ekonomi dan pariwisata yang lebih besar bagi masyarakat.

“Kalau memungkinkan, kegiatan seperti ini bisa digelar selama satu minggu penuh dan menjadi kenduri besar Pulau Penyengat. Bahkan ke depan dapat dirangkaikan dengan peringatan haul Raja Ali Haji sehingga semakin memperkuat posisi Pulau Penyengat sebagai pusat kebudayaan Melayu yang mendunia,” ungkapnya.

Menurut Ansar, selain menjadi sarana promosi pariwisata dan budaya, Penyengat Heritage juga menjadi wadah mempererat silaturahmi masyarakat Melayu serumpun dari berbagai daerah dan negara yang memiliki ikatan sejarah serta budaya yang sama.

Melalui penyelenggaraan event ini, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau berharap Pulau Penyengat semakin dikenal sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya unggulan, sekaligus menjadi ruang regenerasi nilai-nilai budaya Melayu bagi generasi muda di tengah perkembangan industri pariwisata modern.

Sumber: MC Kepri
Redaksi: Qanit MY

Baca Lainnya

Sekdaprov Misni Hadiri MUSDA IV LVRI dan MUSDA PD PIVERI Kepri

4 November 2026 - 20:07 WIB

Lintas Sektor di Kepri Gelar Rapat Persiapan Hadapi Puncak Musim Hujan dan Dampak Perubahan Iklim

4 November 2026 - 20:01 WIB

Ansar Ahmad Hadiri Pelantikan DPD Pengajian Al-Hidayah Kepri, Dewi Ansar Pimpin Periode 2025-2030

2 November 2026 - 11:11 WIB

Porprov VI Kepri 2026 Dimulai, Ajang Lahirnya Atlet Berprestasi di Tingkat Nasional

2 November 2026 - 11:03 WIB

Wagub Nyanyang Harapkan IKAL Lemhannas Jadi Mitra Strategis Perkuat Ketahanan Kepri

31 Oktober 2026 - 16:45 WIB

Trending di Kepulauan Riau