Groundbreaking SWRO Kabil: Investasi Rp 600 Miliar, Perkuat Pasokan Air Data Centre Kecewa Atas Penanganan Sejumlah Kasus, Irfan Nazori Gantung Kutang dan Celana Dalam Di Depan Polres Musi Banyuasin Tuan Rumah Tanjungpinang Raih Emas, Perak dan Perunggu pada Cabor Panjat Tebing Porprov VI Kepri Dirjen Otda Siap Fasilitasi Usulan Pembangunan Embung ke Kementerian PU Dandim 0315/Tanjungpinang Silaturahmi, Wali Kota Lis Harapkan Sinergi Terus Terjalin Wali Kota Lis: Kemitraan REI dan Pemda Buka Peluang Investasi di Tanjungpinang

Kepulauan Riau

Perkuat Konektivitas, Pembangunan Dermaga II Tanjung Uban Resmi Dimulai

badge-check


					Perkuat Konektivitas, Pembangunan Dermaga II Tanjung Uban Resmi Dimulai Perbesar

Lantaknews.com. Dompak-Pembangunan Dermaga II serta peningkatan kapasitas Dermaga I Pelabuhan Penyeberangan Tanjung Uban, Kabupaten Bintan, resmi dimulai, Kamis (18/6). Proyek yang digagas PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) tersebut ditandai dengan groundbreaking yang dilakukan Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad bersama Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Heru Widodo.

Prosesi groundbreaking ditandai dengan penekanan sirene sebagai simbol dimulainya pembangunan infrastruktur strategis yang diharapkan mampu meningkatkan kapasitas layanan penyeberangan pada salah satu jalur transportasi laut tersibuk di Kepulauan Riau.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Heru Widodo mengatakan pembangunan Dermaga II berkapasitas 1.000 GT dan peningkatan kapasitas Dermaga I menjadi 2.000 GT merupakan langkah strategis untuk memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Hari ini menjadi momentum penting dalam upaya memperkuat konektivitas dan layanan transportasi penyeberangan di Kepulauan Riau. Proyek ini akan meningkatkan keandalan layanan, kapasitas operasional, serta kenyamanan masyarakat pengguna jasa penyeberangan,” ujar Heru.

Menurutnya, sebagai daerah kepulauan, transportasi laut memiliki peran vital dalam mendukung mobilitas masyarakat, distribusi logistik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, ASDP berkomitmen menghadirkan infrastruktur yang andal, aman, dan berkelanjutan.

Selain pembangunan di Tanjung Uban, ASDP juga akan melakukan rehabilitasi fasilitas Pelabuhan Telaga Punggur, Batam, sebagai bagian dari penguatan layanan penyeberangan secara menyeluruh di wilayah Kepulauan Riau.

“Melalui proyek ini, layanan penyeberangan akan menjadi lebih lancar, aman, dan efisien. Kami berharap dapat memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Heru menambahkan pembangunan ditargetkan rampung pada November 2026 sehingga dapat mulai dioperasikan pada periode Natal dan Tahun Baru 2026/2027.

“Targetnya November selesai. Insya Allah pada momentum Natal dan Tahun Baru sudah dapat dimanfaatkan masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Ansar Ahmad menyampaikan apresiasi atas komitmen ASDP dalam memperkuat infrastruktur transportasi laut di Kepulauan Riau.

Ansar menjelaskan, Kepulauan Riau merupakan provinsi berciri kepulauan dengan sekitar 98 persen wilayah berupa lautan dan hanya dua persen daratan. Provinsi ini memiliki 2.028 pulau, 394 di antaranya berpenghuni, serta 22 pulau terdepan yang berbatasan langsung dengan sejumlah negara ASEAN.

“Konektivitas merupakan urat nadi pembangunan Kepulauan Riau. Tidak hanya untuk mobilitas masyarakat, tetapi juga untuk menjamin kelancaran distribusi barang dan kebutuhan pokok antarpulau,” ujarnya.

Menurut Ansar, pembangunan Dermaga II dan peningkatan kapasitas Dermaga I akan menjadi solusi terhadap antrean kendaraan dan tingginya waktu tunggu yang selama ini kerap terjadi, terutama pada musim liburan dan periode puncak perjalanan.

“Ketika fasilitas ini selesai dibangun, persoalan antrean panjang yang selama ini sering dikeluhkan masyarakat dapat diminimalkan. Pelayanan akan menjadi lebih cepat, nyaman, dan efisien,” katanya.

Ansar menambahkan, peningkatan kapasitas pelabuhan juga akan memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata dan investasi yang menjadi motor penggerak ekonomi Kepri.

Ia menyebutkan, kunjungan wisatawan mancanegara ke Kepulauan Riau pada tahun 2025 mencapai sekitar 2,15 juta orang, menjadikan Kepri sebagai destinasi wisata terbesar ketiga di Indonesia setelah Bali dan Jakarta. Sementara realisasi investasi pada periode yang sama mencapai hampir Rp69 triliun, melampaui target pemerintah pusat sebesar Rp48 triliun.

“Kelancaran arus orang dan barang akan semakin memperkuat daya saing daerah, mendukung pertumbuhan investasi, serta meningkatkan sektor pariwisata yang menjadi salah satu andalan ekonomi Kepulauan Riau,” ujarnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Teknik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Nana Sutisna, Direktur SDM dan Layanan Korporasi PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ardhi Ekapaty, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kepri Luki Zaiman Prawira, Kepala Dinas Perhubungan Kepri Junaidi, perwakilan Forkopimda Provinsi Kepri, Sekretaris Daerah Kabupaten Bintan Ronny Kartika, serta General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Batam Reno Yulianto.

Sumber: MC Kepri
Redaksi: Qanit MY

Baca Lainnya

Sekdaprov Misni Hadiri MUSDA IV LVRI dan MUSDA PD PIVERI Kepri

4 November 2026 - 20:07 WIB

Lintas Sektor di Kepri Gelar Rapat Persiapan Hadapi Puncak Musim Hujan dan Dampak Perubahan Iklim

4 November 2026 - 20:01 WIB

Ansar Ahmad Hadiri Pelantikan DPD Pengajian Al-Hidayah Kepri, Dewi Ansar Pimpin Periode 2025-2030

2 November 2026 - 11:11 WIB

Porprov VI Kepri 2026 Dimulai, Ajang Lahirnya Atlet Berprestasi di Tingkat Nasional

2 November 2026 - 11:03 WIB

Wagub Nyanyang Harapkan IKAL Lemhannas Jadi Mitra Strategis Perkuat Ketahanan Kepri

31 Oktober 2026 - 16:45 WIB

Trending di Kepulauan Riau