Perkuat Pertahanan Negara, Pemko Batam Kirim 35 ASN Ikuti Seleksi Komcad Putra Aceh Rahmat Al Qahhar Kecam Keras Dugaan Penembakan Warga Di Pidie: Darah Kembali Tumpah Di Tanah Aceh, Usut Tuntas PB PII Sampaikan 7 Rekomendasi Strategis dalam RDPU Komisi III DPR RI, Dukung RUU Perampasan Aset yang Berkeadilan Indonesia Darurat Kemanusiaan Dan Ekologi: Istana Sibuk Saling Sikut Kepentingan, Rakyat Dan Alam Menanggung Korban Penataan Reklame Batam Mengacu Masterplan, Tujuh Permohonan Disetujui Surat Terbuka Untuk Bapak Presiden RI Prabowo Subianto

Daerah

PC SEMMI Kediri Raya Suarakan Desakan Sterilisasi Miras di Lingkar Monumen SLG

badge-check


					PC SEMMI Kediri Raya Suarakan Desakan Sterilisasi Miras di Lingkar Monumen SLG Perbesar

Lantaknews.com. Kediri-Penataan lingkungan pariwisata yang ramah anak dan bebas dari penyakit masyarakat terus disuarakan oleh elemen mahasiswa di Kediri. Pengurus Cabang Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia PC SEMMI Kediri Raya mendesak instansi terkait untuk segera mengambil tindakan tegas berupa sterilisasi aktivitas penjualan minuman keras miras di sekitar kawasan Monumen Simpang Lima Gumul SLG.

Ketua Umum PC SEMMI Kediri Raya Adham Hakam Amrulloh atau yang akrab disapa Mas Adam menegaskan, tumbuh kembang generasi muda sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan publiknya. Keberadaan tempat-tempat yang menjajakan miras di dekat pusat kegiatan warga dinilai sebagai ancaman nyata yang dapat merusak moral remaja sekaligus mencoreng reputasi Kediri sebagai kota pariwisata yang berbudaya.

Dari hasil penelusuran PC SEMMI Kediri Raya, tempat penjualan miras tradisional hingga tempat hiburan tanpa dokumen resmi terdeteksi beroperasi dalam radius satu kilometer dari pusat Monumen SLG. Kondisi ini dinilai bertolak belakang dengan upaya menciptakan ruang publik yang sehat.

“Simpang Lima Gumul adalah tempat anak-anak kita bermain dan belajar, tempat masyarakat berinteraksi sosial secara positif. Sangat ironis jika dalam radius satu kilometer dari simbol daerah ini justru dikepung oleh peredaran miras. Kami mendesak pemerintah daerah dan aparat hukum untuk tidak menutup mata terhadap realitas ini demi menyelamatkan masa depan generasi muda di Kabupaten Kediri,” jelas Mas Adam.

Lebih lanjut, Mas Adam juga mengkritisi sikap para pemangku kebijakan di tingkat Pemkab dan Muspikab Kediri yang terkesan kurang responsif dalam mengawal regulasi penertiban alkohol di ring utama kabupaten. Menurutnya, pembiaran di pusat daerah akan memberikan contoh yang buruk bagi penegakan hukum di wilayah-wilayah kecamatan lainnya.

“Aparatur penegak hukum dan Satpol PP harus menunjukkan taringnya. Jangan sampai ada kesan tebang pilih atau longgar terhadap pelaku usaha yang melanggar di sekitar kawasan ikonik daerah. Kami meminta jajaran Muspikab bertindak tegas tanpa kompromi untuk membersihkan lingkar luar SLG dari jerat miras,” kata Mas Adam menambahkan.

PC SEMMI Kediri Raya menutup pernyataannya dengan memberikan beberapa poin tuntutan strategis, meliputi desakan pembatasan zonasi izin usaha, peningkatan intensitas patroli gabungan di sekitar pariwisata SLG, serta komitmen penuh mahasiswa untuk berdiri bersama warga dalam mengawasi lingkungan demi terwujudnya Kabupaten Kediri yang aman, tertib, dan bersih dari miras.

“Aspirasi ini kami sampaikan atas dasar kecintaan kepada daerah. Langkah nyata yang tegas dari para stakeholder sangat dinantikan oleh segenap masyarakat Kediri demi menjaga kehormatan simbol daerah kita,” pungkas Mas Adam. (Red)

Baca Lainnya

PW PII Kalbar Bersama PD PII Pontianak Audiensi dengan Disporapar, Dorong Pengembangan Potensi dan Kepemimpinan Pemuda Pelajar

21 Oktober 2026 - 07:04 WIB

Wamendagri Bima Arya: Karakter dan Kecerdasan Intelektual Harus Berjalan Beriringan

13 September 2026 - 18:24 WIB

Bupati Sumedang Buka Musdis XI AMS, Tekankan Lima Strategi Penguatan Organisasi

13 September 2026 - 17:42 WIB

Dorong Generasi Antikorupsi, Penyuluh Antikorupsi Ajak Mahasiswa Hukum Perkuat Integritas

13 September 2026 - 10:55 WIB

Masjid Raya Bintaro Jaya Jadi Lokasi Bimtek Manajemen Masjid Modern bagi 24 Masjid Tangsel

13 September 2026 - 10:50 WIB

Trending di Banten