Kecewa Atas Penanganan Sejumlah Kasus, Irfan Nazori Gantung Kutang dan Celana Dalam Di Depan Polres Musi Banyuasin Tuan Rumah Tanjungpinang Raih Emas, Perak dan Perunggu pada Cabor Panjat Tebing Porprov VI Kepri Dirjen Otda Siap Fasilitasi Usulan Pembangunan Embung ke Kementerian PU Dandim 0315/Tanjungpinang Silaturahmi, Wali Kota Lis Harapkan Sinergi Terus Terjalin Wali Kota Lis: Kemitraan REI dan Pemda Buka Peluang Investasi di Tanjungpinang Pemko Siapkan Senggarang dan Kampung Bugis Jadi Pusat Ekonomi Baru Mulai 2027

Daerah

Dandim 1710/Mimika Ajak Warga Jaga Persaudaraan dalam Prosesi Perdamaian Perang Suku di Kwamki Narama

badge-check


					Dandim 1710/Mimika Ajak Warga Jaga Persaudaraan dalam Prosesi Perdamaian Perang Suku di Kwamki Narama Perbesar

Lantaknews.com. Mimika – Dandim 1710/Mimika, Letkol Inf Jozanda, hadir dan mengawal langsung prosesi perdamaian perang suku yang berlangsung di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Rabu (24/6/2026). Kehadiran Dandim bersama personel Kodim 1710/Mimika merupakan wujud komitmen TNI dalam mendukung terciptanya keamanan, ketertiban, serta memperkuat persatuan dan kerukunan di tengah masyarakat.

Prosesi perdamaian yang dipimpin oleh Bupati Mimika, Johannes Rettob, dilaksanakan melalui mekanisme adat dengan melibatkan tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pihak-pihak yang sebelumnya terlibat konflik. Dengan semangat kekeluargaan dan kebersamaan, kedua kubu yang bertikai, yakni kubu Newegalem dan kubu Dang, sepakat mengakhiri perselisihan dan kembali hidup berdampingan secara damai.

Dalam kesempatan tersebut, Dandim 1710/Mimika mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persaudaraan, menghilangkan rasa dendam, menghormati nilai-nilai adat yang diwariskan para leluhur, serta mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan setiap permasalahan di lingkungan masyarakat. “Mari kita jaga persaudaraan, hilangkan rasa dendam, hormati nilai-nilai adat yang ada, dan selesaikan setiap persoalan melalui musyawarah demi terciptanya kedamaian yang berkelanjutan,” ujar Dandim.

Sebagai simbol berakhirnya konflik, dilaksanakan ritual adat panah babi yang kemudian dilanjutkan dengan prosesi pematahan panah oleh Dandim 1710/Mimika bersama Kapolres Mimika. Selanjutnya, kedua kubu menandatangani kesepakatan damai sebagai bentuk komitmen bersama untuk mengakhiri pertikaian serta menjaga keamanan dan ketertiban wilayah.

Perdamaian ini menjadi momentum penting dalam mempererat persatuan, memulihkan keharmonisan sosial, dan menciptakan situasi yang aman serta kondusif di Kabupaten Mimika. Diharapkan, kesepakatan yang telah dicapai dapat terus dijaga dan dihormati oleh seluruh pihak, sehingga nilai-nilai persaudaraan, kedamaian, dan kebersamaan tetap terpelihara demi terwujudnya masyarakat Mimika yang rukun, damai, dan sejahtera. (Pendim 1710/Mimika)

Baca Lainnya

PW PII Kalbar Bersama PD PII Pontianak Audiensi dengan Disporapar, Dorong Pengembangan Potensi dan Kepemimpinan Pemuda Pelajar

21 Oktober 2026 - 07:04 WIB

Wamendagri Bima Arya: Karakter dan Kecerdasan Intelektual Harus Berjalan Beriringan

13 September 2026 - 18:24 WIB

Bupati Sumedang Buka Musdis XI AMS, Tekankan Lima Strategi Penguatan Organisasi

13 September 2026 - 17:42 WIB

Dorong Generasi Antikorupsi, Penyuluh Antikorupsi Ajak Mahasiswa Hukum Perkuat Integritas

13 September 2026 - 10:55 WIB

Masjid Raya Bintaro Jaya Jadi Lokasi Bimtek Manajemen Masjid Modern bagi 24 Masjid Tangsel

13 September 2026 - 10:50 WIB

Trending di Banten