Generasi Merdeka Hadir di Tengah Warga Cilegon,Erupsi Anak Gunung Krakatau Bagikan Masker dan Nasi Kotak, Hadir Jumat Berkah Musancab PKB Brebes: Meneguhkan Kemenangan Politik Tahun 2029 HIMASAL Brebes dalam Tarikan Nafas Khidmat Masyayekh Lirboyo Mengenal Prof Dr Suwendi Sang Pejuang Pendidikan Keagamaan di Nusantara. Buka Mubes PK NTT Batam, Amsakar Tekankan Keberagaman Harus Jadi Kekuatan Komisaris PT Pertamina Arun Gas (PAG) Dukung PKRM PRIMA DMI Langsa 2026. Wanda Assyura: remaja masjid harus diberi ruang untuk berkreasi.

BP Batam

BP Batam Sangat Perihatin Atas Terjadi Perusakan Puluhan Tanaman Bugenvil

badge-check


					Ariastuty Sirait Kabiro Humas, Promosi dan Protokol Perbesar

Ariastuty Sirait Kabiro Humas, Promosi dan Protokol

Lantaknews.com. Batam-Badan Pengusahaan atau BP Batam menyayangkan adanya tindakan perusakan terhadap puluhan tanaman bugenvil yang terjadi di beberapa titik lokasi di Kota Batam.

Tanaman yang seharusnya tumbuh mempercantik wajah kota itu justru dirusak oleh oknum warga yang belum memiliki kesadaran penuh bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama.

Hal tersebut disampaikan Deputi/Anggota Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, kepada media. Ia mengaku prihatin atas kejadian tersebut karena tanaman bugenvil yang ditanam bukan hanya sekadar hiasan jalan, melainkan bagian dari upaya menata ruang publik agar Batam semakin indah, sejuk, tertib, dan nyaman dipandang.

Menurut Ariastuty, setiap tanaman yang ditanam di ruang publik memiliki nilai dan makna. Di balik bunga yang tumbuh di pinggir jalan, ada kerja petugas lapangan, ada biaya pemeliharaan, ada niat mempercantik kota, dan ada harapan agar masyarakat dapat menikmati lingkungan yang lebih asri.

“Kami sangat menyayangkan adanya perusakan tanaman bugenvil di beberapa titik. Tanaman ini ditata untuk memperindah Kota Batam dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat. Karena itu, kami mengajak seluruh warga untuk ikut menjaga, bukan merusak,” ujar Ariastuty.

Ia menegaskan, BP Batam terus berupaya menghadirkan wajah kota yang lebih tertata melalui penghijauan, perawatan taman, dan penataan ruang publik. Upaya tersebut tidak akan berarti banyak apabila tidak didukung oleh kesadaran masyarakat.

Ariastuty menyebut, Batam adalah rumah bersama. Maka, menjaga keindahan kota tidak cukup hanya dilakukan oleh pemerintah atau petugas kebersihan. Masyarakat juga memiliki peran penting untuk merawat apa yang sudah dibangun dan ditanam.

“Batam ini rumah kita bersama. Kalau lingkungan kota bersih, indah, dan tertata, yang menikmati juga masyarakat. Karena itu, kami berharap warga dapat menjaga tanaman, taman, dan fasilitas umum yang sudah disediakan,” katanya.

Perusakan tanaman, lanjutnya, bukan hanya merugikan pemerintah dari sisi pemeliharaan, tetapi juga merugikan masyarakat secara luas. Sebab ruang publik yang indah dan hijau merupakan bagian dari kualitas hidup warga kota.

Ia berharap kejadian tersebut menjadi pengingat agar masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan. Jika ada tanaman yang rusak karena faktor cuaca atau kecelakaan, masyarakat dapat melaporkan kepada petugas. Namun tindakan merusak secara sengaja tidak dapat dibenarkan.

“Tanaman ini bukan milik BP Batam semata. Ini milik masyarakat Batam. Mari kita jaga bersama. Jangan sampai apa yang sudah ditata dengan baik justru dirusak oleh tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab,” tegas Ariastuty.

Ariastuty juga mengajak para orang tua, tokoh masyarakat, perangkat RT/RW, komunitas, dan pelaku usaha untuk ikut mengedukasi lingkungan sekitar. Menurutnya, kesadaran menjaga fasilitas publik harus tumbuh dari keluarga, lingkungan tempat tinggal, hingga ruang sosial masyarakat.

Ia percaya, sebagian besar warga Batam mencintai kotanya. Karena itu, ia berharap masyarakat tidak membiarkan tindakan perusakan lingkungan menjadi kebiasaan. Bila melihat adanya tindakan merusak tanaman atau fasilitas umum, warga diharapkan dapat menegur secara baik atau melaporkannya kepada pihak terkait.

 “Menjaga kota ini tidak harus selalu dengan hal besar. Tidak merusak tanaman, tidak membuang sampah sembarangan, tidak mencoret fasilitas umum, itu sudah bagian dari cinta kepada Batam,” ujarnya.

Ariastuty menambahkan, BP Batam akan terus melakukan perawatan dan penataan kawasan agar Batam semakin nyaman, indah, dan layak sebagai kota investasi, kota pariwisata, sekaligus kota tempat masyarakat menggantungkan masa depan.

 Namun, ia kembali menekankan bahwa pembangunan fisik harus berjalan seiring dengan tumbuhnya kesadaran warga. Kota yang maju bukan hanya dilihat dari gedung, jalan, dan investasi, tetapi juga dari perilaku masyarakat dalam menjaga ruang bersama.

“Keindahan Batam tidak akan lahir hanya dari pembangunan. Keindahan itu lahir dari kepedulian bersama. Kalau semua warga merasa memiliki, maka Batam akan menjadi kota yang bukan hanya maju, tetapi juga nyaman dan membanggakan,” tutup Ariastuty.

 Peristiwa perusakan tanaman bugenvil ini menjadi cermin bahwa ruang publik membutuhkan perlindungan dari seluruh elemen masyarakat. Sebab satu pot tanaman yang dirusak mungkin tampak kecil, tetapi di baliknya ada pesan besar: kota yang indah hanya bisa terjaga bila warganya ikut merawat.

Batam sedang terus berbenah. Dan dalam proses itu, setiap tangan warga seharusnya ikut menanam harapan, bukan merusak keindahan yang sedang tumbuh. (Red)

Baca Lainnya

Buka Mubes PK NTT Batam, Amsakar Tekankan Keberagaman Harus Jadi Kekuatan

12 September 2026 - 09:53 WIB

Amsakar: GMPP Harus Jadi Jembatan Masyarakat Pesisir dan Pemerintah

12 September 2026 - 09:37 WIB

BP Batam Perkuat Promosi KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam di Medical Fair Asia 2026

12 September 2026 - 07:36 WIB

Video Warga Batam di Kamboja Beredar: Keluarga Diminta Lapor, Pemko Koordinasi dengan Kemlu dan BP2MI

11 September 2026 - 14:58 WIB

LAM Kota Batam: Do’a selamat dan Do’a Arwah Sempena Hari Jadi LAM Yang Ke-26

11 September 2026 - 12:31 WIB

Trending di Batam