Pembinaan Budi Pekerti, Ingatkan Pelajar Jauhi Perundungan hingga Bijak Bermedia Sosial Bukan Sekadar Kisah Perselingkuhan: Di Balik Pembunuhan Bos Bengkel Purwokerto, Jejak Digital Menjadi Kunci Pembuktian Di Forum Nasional, Amsakar Tegaskan Transmigrasi Jadi Penggerak Pemerataan Pembangunan Serukan Persatuan Nasional, Sekretaris Jenderal PB PII: Boleh Berbeda Asal Tetap Bersatu Luruskan Persepsi Publik, Amsakar Jelaskan Peran RT/RW dalam Optimalisasi Pendapatan Daerah Ranperda Pertanggungjawaban APBD Provinsi Kepri TA 2025 Disahkan Menjadi Perda

Tanjungpinang

Usung Filosofi Ragam Budaya Melayu Islami, Stan Bazar Kota Tanjungpinang Pukau Pengunjung MTQ XII Kepri

badge-check


					Usung Filosofi Ragam Budaya Melayu Islami, Stan Bazar Kota Tanjungpinang Pukau Pengunjung MTQ XII Kepri Perbesar

Lantaknews.com. Kota Tanjungpinang – Pemerintah Kota Tanjungpinang secara resmi memperkenalkan Stan Bazar Sempena Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XII Tingkat Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Tahun 2026. Mengusung tema besar “Bersyair Gurindam, Beradat, dan Berbudaya,” stan ini dirancang sebagai representasi harmonis yang memadukan nilai-nilai Islam, warisan luhur kebudayaan Melayu, serta identitas kuat kemaritiman Kota Tanjungpinang.

Fasad bangunan utama stan menarik perhatian dengan adopsi arsitektur rumah Melayu tradisional yang diperkaya oleh ukiran khas setempat dan paduan motif kaligrafi Islam. Kombinasi ini melambangkan eratnya penyelarasan adat resam Melayu dengan ajaran Islam yang menjadi pilar kehidupan masyarakat Kota Gurindam. Bentuk lengkungan pintu masuk utama yang menyerupai mihrab masjid dihadirkan sebagai simbol keterbukaan, penghormatan, serta gerbang menuju ilmu pengetahuan dan peradaban.

Pada sisi kiri bangunan, berdiri megah replika perahu layar yang merepresentasikan sejarah emas maritim Tanjungpinang sebagai pusat pelabuhan dan perdagangan internasional di masa Kesultanan Riau-Lingga. Kehadiran ikon perahu ini menyimbolkan ketangguhan, keterbukaan masyarakat Melayu terhadap kemajuan zaman, dengan tetap kokoh berpegang pada akar budaya asli.

Sementara itu, ornamen monumental karya sastra Raja Ali Haji, Gurindam Dua Belas, ditampilkan secara eksklusif pada sisi kanan stan. Penempatan ini membawa pesan moral mendalam bahwa pembangunan berkelanjutan di Kota Tanjungpinang harus berjalan selaras dengan penguatan akhlak, ilmu pengetahuan, serta nilai etika spiritual.

Secara visual, stan ini diperkuat oleh penggunaan palet warna filosofis Melayu. Warna merah melambangkan keberanian dan semangat berkarya; emas mencerminkan kejayaan; kuning sebagai simbol religiusitas dan kesejukan; serta krem yang memberikan kesan bersih, elegan, dan bersahaja. Seluruh lanskap stan turut dipercantik dengan ukiran pucuk rebung dan tanaman hijau guna memberikan suasana yang asri serta ramah bagi setiap tamu yang berkunjung.

Tidak hanya menyajikan keindahan visual, bagian dalam stan difungsikan sebagai etalase ekonomi kreatif dengan menghadirkan beragam produk unggulan bersertifikasi halal hasil karya pelaku UMKM binaan Pemko Tanjungpinang. Beberapa produk lokal otentik yang dipamerkan meliputi Kuliner dan Minuman Khas: Air Dohot, kue deram-deram, aneka olahan hasil laut, serta makanan ringan berbahan umbi-umbian. Kriya dan Sandang: Kain Batik Tanjungpinang, ecoprint, tanjak, songkok, jilbab, kerajinan rajutan, hingga kerajinan tangan dari kerang.

Guna memberikan kemudahan dan kenyamanan bertransaksi bagi para pengunjung selama perhelatan berlangsung dari tanggal 4 hingga 9 Juli 2026, Stan Pemerintah Kota Tanjungpinang juga telah menerapkan sistem pembayaran digital nontunai berbasis QRIS. Melalui konsep terintegrasi ini, stan pameran diharapkan tidak sekadar menjadi ruang pamer, melainkan penegas jati diri Tanjungpinang sebagai kota yang religius dan bangga akan produk lokalnya.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Tanjungpinang, Hj. Riany, S.Sos., M.M., menyatakan bahwa momentum MTQ XII ini menjadi peluang besar untuk memperluas pasar produk lokal Tanjungpinang.

“Kami mengurasi secara ketat produk-produk UMKM yang ditampilkan di stan ini untuk memastikan kualitas dan legalitasnya, termasuk sertifikasi halal. Melalui ajang berskala provinsi ini, kami ingin memfasilitasi pelaku usaha perdagangan dan industri kreatif lokal agar bisa naik kelas. Penggunaan transaksi QRIS di stan juga menjadi bukti bahwa UMKM kita siap menuju ekosistem digital yang lebih efisien,” ujar Riany

Sumber: MC TPI
Redaksi: Qanit My

Baca Lainnya

Disdukcapil Kota Tanjungpinang Raih Sertifikasi ISO/IEC 27001:2022, Perkuat Keamanan Data dan Kepercayaan Publik

29 Juli 2026 - 14:26 WIB

Diskominfo Tanjungpinang Edukasi Masyarakat Kenali Modus Love Scamming

29 Juli 2026 - 09:11 WIB

Terima Kunjungan Komisi III DPRD Karimun. Ahmad Yani: Berbagi Praktik Baik Bahas Pengelolaan Limbah B3

29 Juli 2026 - 09:07 WIB

Gelar Rakor TPID, Wawako Raja Ariza: Fenomena El Nino Memengaruhi Distribusi Pasokan dan Inflasi Daerah

29 Juli 2026 - 09:03 WIB

Disdik Tanjungpinang Persiapkan Program Seragam Gratis bagi Siswa Baru

29 Juli 2026 - 09:00 WIB

Trending di Pendidikan