Lantaknews.com. Jakarta-Ketua Umum Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PB PII), Amsal, menilai langkah Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk membawa Indonesia semakin aktif dalam BRICS merupakan kebijakan yang tepat dan strategis di tengah perubahan konstelasi global.
Hal tersebut disampaikan Amsal dalam keterangan resminya, Senin (14/9/2026).

Menurut Amsal, keterlibatan aktif Indonesia di BRICS tidak semata-mata perlu dilihat sebagai pilihan arah politik luar negeri, tetapi sebagai bagian dari strategi memperluas ruang diplomasi, ekonomi, dan kerja sama internasional Indonesia.
“Presiden Prabowo Subianto membawa Indonesia semakin aktif di BRICS merupakan langkah yang tepat dan strategis untuk memperkuat posisi Indonesia di tengah perubahan konstelasi global,” ujar Amsal.
Ia menilai, dinamika geopolitik dan ekonomi dunia yang semakin kompleks menuntut Indonesia untuk memiliki ruang gerak yang luas dalam membangun hubungan dengan berbagai kekuatan dunia.
Dalam konteks tersebut, Amsal memandang BRICS dapat menjadi salah satu ruang strategis bagi Indonesia untuk memperbesar ruang kedaulatan dalam menentukan kepentingan nasional.
“BRICS harus menjadi salah satu ruang strategis bagi Indonesia untuk memperluas dan memperbesar ruang kedaulatan. Indonesia harus mampu memanfaatkan setiap ruang kerja sama internasional untuk memperkuat kepentingan nasional, bukan sekadar menjadi bagian dari suatu kelompok,” tegasnya.
Amsal menambahkan, keaktifan Indonesia di BRICS harus diarahkan pada agenda yang memberikan manfaat nyata bagi rakyat, mulai dari penguatan ekonomi nasional, perdagangan, investasi, teknologi, ketahanan pangan dan energi, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Menurutnya, posisi Indonesia sebagai negara dengan sumber daya besar dan pasar yang luas harus diikuti dengan kemampuan diplomasi yang kuat serta keberanian mengambil peran lebih besar dalam percaturan global.
“Indonesia harus hadir sebagai negara yang aktif, berdaulat dan memiliki posisi tawar. Keanggotaan dan keaktifan di BRICS harus diterjemahkan menjadi kerja nyata yang memperkuat ekonomi nasional dan kesejahteraan rakyat,” kata Amsal.
Ketua Umum PB PII tersebut juga menekankan pentingnya menjaga prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif. Menurutnya, keterlibatan dalam berbagai forum internasional harus tetap menempatkan kepentingan nasional sebagai orientasi utama.
“Bebas dan aktif bukan berarti pasif. Justru Indonesia harus semakin aktif membangun jejaring kerja sama dengan berbagai negara dan blok ekonomi, sembari tetap menjaga independensi dalam menentukan sikap berdasarkan kepentingan nasional,” pungkas Amsal.
Penulis: Yusuf Wicaksono
Editor : Redaksi











