Sumpah Pemuda dari Mata Perempuan: Merawat Indonesia Melalui Keberanian dan Kepedulian Wali Kota Lis: Semangat Sumpah Pemuda Harus Tercermin dalam Tindakan Nyata Sukses Prestasi dan Sukses Tuan Rumah, Wali Kota Lis Lepas Kontingen Porprov Kepri VI 2026 Amsakar Luncurkan DUKSTAR, Pelayanan Kependudukan Lebih Dekat ke Warga Peringati Sumpah Pemuda 2026, Dorong Generasi Muda Berkarakter dan Peduli Bertepatan dengan Hari Bakti ke-55, Kepala BP Batam Raih Penghargaan Inovasi Membangun Negeri 2026

Dunia

Jutaan Warga AS Unjuk Rasa Tuntut Pemakzulan Donald Trump

badge-check


					Jutaan Warga AS Unjuk Rasa Tuntut Pemakzulan Donald Trump Perbesar

LantatNews.Com. Washington-Presiden Amerika Serikat (AS) didemo jutaan masyarakatnya pada Sabtu (28/3/2026) waktu setempat.

Unjuk rasa di AS yang menolak kepemimpinan Donald Trump itu berlangsung serempak di sejumlah negara bagian AS.

Di Washington misalnya, terlihat puluhan ribu orang memenuhi Washington Park di pusat kota.

Mereka menolak invasi AS ke Iran yang telah dilakukan Donald Trump dan Pengunjuk rasa menyebut bahwa Tidak Ada Raja di Washington Park.

Selain mengutuk serangan Donald Trump ke Iran, unjuk rasa juga menolak operasi imigran besar-besaran yang telah dilakukan pemerintahan Donald Trump.

Senator Bernie Sanders pun mengaku bangga dengan unjuk rasa jutaan masyarakat AS di Washington Park tersebut.

Sebab menurutnya, AS tidak akan pernah dan mau terjebak dalam sistem otoritarianisme yang sedang diciptakan Donald Trump.

“Saya bangga bergabung dengan warga Amerika di seluruh negeri hari ini untuk mengatakan dengan lantang dan jelas: Kami tidak akan menerima otoritarianisme,”

“Kami juga tidak akan menerima oligarki. Dan kami tidak akan menerima presiden yang merusak Konstitusi setiap hari,” tulis senator dari jalur independen itu di X.

Di jalanan seperti dimuat Al Jazeera, pengunjuk rasa juga mendesak agar Donald Trump segera dimakzulkan.

Aksi demonstrasi bertema No Kings ini menjadi yang terbesar dalam sejarah Amerika Serikat selama menjadi salah satu negara demokrasi tertua di dunia.

Diketahui Donald Trump belum genap satu tahun memimpin AS kembali sudah melakukan sejumlah invasi ke negara lain.

Donald Trump tercatat menculik Presiden Venezuela Nicolas Maduro yang kemudian disusul dengan menyerang Iran sehingga membuat Pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei meninggal dunia.

Bahkan Donald Trump juga sempat mengancam akan merebut Pulau Greenland dari Denmark.

Ancaman Donald Trump sempat membuat Uni Eropa berang lantaran melanggaran kesepakatan NATO.

Baca Lainnya

AS Tambah Kekuatan Militer di Timur Tengah, Jumlah Kapal Perang Puluhan

22 Oktober 2026 - 23:05 WIB

Anggota Parlemen Malaysia Kalam Salan Sampaikan Pesan Berbahasa Jawa kepada Prabowo soal Kabut Asap Karhutla

22 Oktober 2026 - 15:50 WIB

Anies Baswedan Terima Freedom of the City of London, Setara Winston Churchill

17 Oktober 2026 - 02:24 WIB

Di Balik Gemerlap K-Pop: Mengapa Puluhan Ribu Warga Korea Selatan Memilih Berislam?

14 Oktober 2026 - 09:13 WIB

Serangan Houthi Hantam Bandara Riyadh, 12 Orang Tewas dan Ratusan Terluka

11 Oktober 2026 - 12:44 WIB

Trending di Dunia