PB PII Dorong Evaluasi dan Transparansi Penanganan Kasus Santriwati di Sukoharjo MA Kabulkan Kasasi, Suket Penyetaraan SMA Gibran Dinyatakan Tidak Sah Kecamatan Sagulung Ukir Prestasi, Raih IPP 4,20 Kategori A dan Puncaki Penilaian Pelayanan Publik Se-Kota Batam 2026 Wawako Raja Ariza Ajak Warga Kampung Bugis Cegah Narkoba Harga Pangan Berbeda Antarkios, Ini Penyebabnya Karang Taruna Kota Batam: Peringati Hari Sumpah Pemuda Ke-98, Ketua Karang Taruna Kota Batam Ajak Pemuda Bersatu, Berkarya dan Berjaya Untuk Kemajuan Batam

Nasional

Breaking News! Pemerintah Resmi Tetapkan WFH Setiap Hari Jumat bagi ASN

badge-check


					Foto: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. Perbesar

Foto: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.

LantakNews.Com. Jakarta-Pemerintah resmi menetapkan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) setiap hari Jumat. Kebijakan ini berlaku untuk instansi pusat maupun daerah sebagai bagian dari langkah penghematan energi di tengah kenaikan harga minyak dunia.

 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa penerapan WFH dilakukan satu hari dalam sepekan. “Penerapan WFH bagi ASN di instansi pusat dan daerah yang dilakukan sebanyak satu hari kerja dalam seminggu, yaitu setiap hari Jumat,” ujarnya dalam konferensi pers virtual, Selasa (31/3/2026).

 

Airlangga menjelaskan, kebijakan tersebut telah dituangkan dalam Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi serta Surat Edaran Menteri Dalam Negeri. Aturan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menekan konsumsi energi, khususnya bahan bakar minyak (BBM), yang terdampak lonjakan harga akibat konflik di kawasan Timur Tengah.

 

Sebelum ditetapkan, pemerintah disebut telah melakukan kajian mendalam bersama lintas kementerian. Rencana penerapan WFH satu hari dalam sepekan ini sebelumnya juga telah diungkap Airlangga usai rapat bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana, Jakarta, pada 19 Maret 2026.

 

Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, menyatakan pihaknya tengah menyiapkan aturan teknis sekaligus sanksi bagi ASN yang tidak menjalankan kebijakan tersebut. Ia menegaskan bahwa pelaksanaan WFH harus tepat sasaran, yakni untuk mengurangi mobilitas dan konsumsi BBM, bukan menjadi hari libur tambahan.

 

“Kita berharap tentu WFH ini tidak lantas kemudian mendorong para ASN justru untuk keluar rumah. Jadi Kemendagri akan merumuskan aturan teknis agar WFH ini sesuai dengan sasarannya, menghemat energi, bukan kemudian malah jadi hari libur,” kata Bima.

 

Lebih lanjut, Bima mengungkapkan bahwa penetapan hari Jumat sebagai pelaksanaan WFH telah melalui kajian komprehensif. Sebelumnya sempat muncul usulan agar WFH tidak dilakukan pada hari Senin atau Jumat guna menghindari potensi libur panjang. Namun, pemerintah memastikan keputusan yang diambil telah mempertimbangkan berbagai aspek.

 

Aturan teknis lebih rinci nantinya akan dituangkan dalam Surat Edaran Menteri Dalam Negeri yang akan segera diterbitkan. Pemerintah juga akan melakukan pemantauan terhadap implementasi kebijakan ini di seluruh instansi pemerintahan.

Baca Lainnya

PB PII Dorong Evaluasi dan Transparansi Penanganan Kasus Santriwati di Sukoharjo

30 Oktober 2026 - 15:56 WIB

MA Kabulkan Kasasi, Suket Penyetaraan SMA Gibran Dinyatakan Tidak Sah

30 Oktober 2026 - 14:16 WIB

RSBP Batam Raih Penghargaan Indonesia Excellent Hospital

30 Oktober 2026 - 06:51 WIB

Logo HUT IPA ke-73 Resmi Diluncurkan, Usung Tema “Meneguhkan Cita Mulia Pelajar Al Washliyah untuk Kemajuan Bangsa”

30 Oktober 2026 - 05:49 WIB

10 Tahun Diperjuangkan, Gas Natuna Kini Resmi Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi

28 Oktober 2026 - 19:53 WIB

Trending di Ekonomi