Resmi Dilantik, Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Habibi Mahabbah Tegaskan Komitmen Kawal Program Prioritas Pemerintah Honor RT RW Belum Bisa Naik, Pemkot Cilegon Dihadapkan pada Tekanan Fiskal di Awal Pemerintahan Amsakar Achmad Apresiasi Pertumbuhan Ekonomi Kepri 7,52 Persen, Batam Berkontribusi 66,63 Persen Gubernur Ansar Tinjau SPPG di Anambas, Pastikan Mutu dan Kualitas Gizi Makanan 3.100 Pelari Siap Ramaikan BTN Kepri MoonRun 2026, Budaya Lokal Jadi Daya Tarik Gubernur Ansar Agendakan Kunker ke Anambas, Tinjau SPPG dan Lokasi Pembangunan Sekolah Rakyat hingga Peresmian Pelantar HDPE

Nasional

Luar Biasa! Sultan Baktiar Najamudin Dianugerahi Doktor Honoris Causa oleh Korean Maritiem and Ocean University

badge-check


					Sultan Baktiar Najamudin Dianugerahi Doktor Honoris Causa oleh Korean Maritiem and Ocean University (KMOU). (f/dpd) Perbesar

Sultan Baktiar Najamudin Dianugerahi Doktor Honoris Causa oleh Korean Maritiem and Ocean University (KMOU). (f/dpd)

LantakNews.Com. Jakarta-Sultan Baktiar Najamudin dianugerani Doctor Honoris Causa (Dr. HC) bidang International Regional Studies dari Korea Maritime and Ocean University (KMOU), di Busan, Korea Selatan, Rabu 1 April 2026.

Prosesi penganugerahan itu berlangsung khidmad, dipimpin oleh Presiden KMOU, Prof. Dr. Ryoo Dong-Keun, di Kim Kang-hee Hall, KMOU Library, distrik Yeongdo-gu, Busan. Hadir mengikuti prosesi segenap civitas academica kampus spesialis maritim terkemuka di Korea Selatan tersebut. Hadir juga promotor Prof. Dr. Kim Soo-il dari Busan University of Foreign Studies.

Doktor Honoris Causa KMOU untuk Sultan Baktiar Najamudin ini merupakan kali kedua, tokoh nasional Indonesia. Sebelumnya, Presiden RI ke-5 Megawati Soekarno Putri, 19 Oktober 2015 lalu juga mendapatkan gelar yang sama, Honorary Doctorate in International Regional Studies.

Rektor atau Presiden KMOU, Prof. Dr. Ryoo Dong-Keun menyebut ada dua agenda besar terkait undangan kepada Sultan Baktiar Najamudin yang juga Ketua Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), kali ini. Pertama, pengukuhan Dr. HC di kampus KMOU. Kedua, melaunching Forum Kerja Sama Maritim Korea–Indonesia, bersama Korea Offshore Plant Service Industry Association di Hanjin Hall (ETRS Center), Busan.

“Kerja sama dengan Indonesia merupakan pilar utama strategi internasionalisasi KMOU dalam memimpin era maritim global. Bersama industri, akademisi, dan riset, kami akan membangun model kolaborasi nyata untuk kemakmuran berkelanjutan kedua negara,” kata Rektor Ryu Dong-geun.

Prof Kim Soo Il menjelaskan, mengapa gelar kehormatan itu diberikan kepada Sultan B Najamudin. “Kami mengikuti kiprah dan komitmen Ketua DPD RI ini sejak lama. Terutama dalam mendorong kerja sama internasional berbasis kemaritiman, mengadvokasi pembangunan daerah kepulauan dan masyarakat pesisir,“ jelas Prof Kim yang juga mantan wakil ketua asosiasi forum rektor se-Korea ini.

Mengenakan toga warna biru tua, dan selendang biru kuning keemasan, khas KMOU, senator asal Bengkulu ini menyampaikan orasi ilmiahnya. Dengan bahasa filosofis, Sultan menyebut bahwa laut memiliki peran strategis sebagai penghubung peradaban dan fondasi masa depan kerja sama global.

“Laut adalah pemersatu peradaban. Laut bukan sekadar ruang geografis, tetapi jembatan yang menghubungkan bangsa-bangsa melalui kolaborasi, inovasi, dan keberlanjutan,” ujar Sultan Baktiar Najamudin, pencetus dan penulis buku Green Democracy ini.

Dia menekankan pentingnya kerja sama internasional yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga keberlanjutan lingkungan dan keadilan sosial. Ini sejalan dengan arah pembangunan global dan visi Indonesia menuju ekonomi hijau (green economy) dan ekonomi biru (blue economy).

Terima kasih atas gelar Doctor Honoris Causa

Sultan secara khusus menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada Korean Maritime and Ocean University atas penganugerahan Dr.HC ini. “Terima kasih KMOU, sebuah institusi akademik yang telah berkontribusi besar dalam mendorong riset pengembangan potensi sumber daya ekonomi laut bagi Republik Korea dan dunia,” katanya.

“Bagi Indonesia, ini strategis, karena kami adalah negara maritime. Negara kepulauan, yang cepat atau lambat akan membutuhkan ilmu pengetahuan dan teknologi kemaritiman,” lanjutnya.

Seperti diketahui, Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin memang sedang gencar memperjuangkan penguatan peran daerah dalam pembangunan nasional. Dalam agenda legislasi, mantan wakil Gubernur Bengkulu ini aktif mendorong disahkannya Rancangan Undang-Undang (RUU) Daerah Kepulauan sebagai basis kebijakan yang berpihak pada wilayah kepulauan, masyarakat pesisir, serta optimalisasi potensi kelautan Indonesia sebagai salah satu pilar utama ekonomi nasional.

Gelar Doctor Kehormatan ini, kata dia, menyimpan tanggung jawab moral yang tidak ringan. Pertama, ini momentum baik untuk memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Republik Korea. Kedua, mempertajam kerjasama ekonomi agar lebih konkret, implementatif dan berdampak terhadap kemajuan daerah. Ketiga, yang tidak boleh dilupakan: berkelanjutan atau sustainable.

Baca Lainnya

Resmi Dilantik, Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Habibi Mahabbah Tegaskan Komitmen Kawal Program Prioritas Pemerintah

7 November 2026 - 20:27 WIB

Kebebasan Berpikir Tanpa Kehilangan Jati Diri, Tantangan Pendidikan Pelajar Muslim di Era Modern

7 November 2026 - 05:00 WIB

MAKIN PANAS..! Tersangka Penyadapan Prabowo Listyo Sigit, Ahrie Sonta, dan Eko Hadi Dipindahkan ke Rutan Mako Brimob

6 November 2026 - 05:29 WIB

Ketua Bidang Kajian Aksi Strategis DPP GEMURA: Jangan Biarkan Isu Dasco Gantikan Wapres Mengaburkan Penuntasan Dugaan Penyadapan Ilegal

5 November 2026 - 16:18 WIB

Penyadapan Presiden Prabowo Bukan Persoalan Biasa, Negara Harus Waspadai Potensi Rogue Faction

5 November 2026 - 16:16 WIB

Trending di Nasional