PB PII Dorong Evaluasi dan Transparansi Penanganan Kasus Santriwati di Sukoharjo MA Kabulkan Kasasi, Suket Penyetaraan SMA Gibran Dinyatakan Tidak Sah Kecamatan Sagulung Ukir Prestasi, Raih IPP 4,20 Kategori A dan Puncaki Penilaian Pelayanan Publik Se-Kota Batam 2026 Wawako Raja Ariza Ajak Warga Kampung Bugis Cegah Narkoba Harga Pangan Berbeda Antarkios, Ini Penyebabnya Karang Taruna Kota Batam: Peringati Hari Sumpah Pemuda Ke-98, Ketua Karang Taruna Kota Batam Ajak Pemuda Bersatu, Berkarya dan Berjaya Untuk Kemajuan Batam

Nasional

Bertambah 2, Total 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon

badge-check


					Karo Infohan Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait.(DOK. Setjen Infohan Kemhan) Perbesar

Karo Infohan Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait.(DOK. Setjen Infohan Kemhan)

LantakNews.Com. Jakarta-Kementerian Pertahanan RI mengonfirmasi bahwa dua prajurit yang tergabung dalam Satuan Tugas Kontingen Garuda (Konga) TNI di misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) gugur di Lebanon Selatan pada Senin (30/3/2026).

 

Hal tersebut menambah daftar prajurit TNI yang gugur menjadi tiga anggota.

“Dalam insiden tersebut, dua prajurit TNI dilaporkan gugur, sementara dua prajurit lainnya mengalami luka berat. Para prajurit yang mengalami luka saat ini telah mendapatkan penanganan medis intensif di fasilitas kesehatan di Beirut,” kata Karo Infohan Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait dalam siaran pers, Selasa (31/3/2026).

 

Rico menjelaskan, para korban saat itu tengah menjalankan tugas pengawalan untuk mendukung kegiatan operasional UNIFIL.

 

Ia menambahkan, insiden terjadi di tengah meningkatnya intensitas pertempuran di wilayah tersebut.

 

Hingga kini, penyebab pasti kejadian masih diselidiki oleh pihak UNIFIL sesuai mekanisme yang berlaku.

 

Pemerintah Indonesia melalui Kemhan dan TNI terus berkoordinasi dengan markas besar UNIFIL untuk memastikan keselamatan seluruh personel serta menjamin penanganan terbaik bagi para korban.

 

“Langkah-langkah evakuasi dan penanganan medis juga telah dilaksanakan secara cepat sesuai prosedur operasional Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB),” jelas dia.

 

Kemhan menegaskan keselamatan pasukan perdamaian harus menjadi prioritas.

 

Rico menekankan bahwa semua pihak yang terlibat konflik diharapkan menghormati hukum humaniter internasional serta menjamin keamanan personel penjaga perdamaian.

 

“Indonesia tetap berkomitmen untuk berkontribusi aktif dalam menjaga perdamaian dunia dan mendukung stabilitas kawasan melalui partisipasi dalam misi perdamaian PBB,” tegas dia.

 

Diberitakan sebelumnya, sebanyak empat prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tergabung dalam Satuan Tugas Kontingen Garuda (Konga) TNI di misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) menjadi korban atas serangan Israel ke Lebanon Selatan, Minggu (29/3/2026).

 

Berdasarkan informasi terbaru dari Markas Besar (Mabes) TNI, mereka adalah Prajurit Kepala (Praka) Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, Praka Farizal Rhomadhon, dan Praka Arif Kurniawan.

“Praka Farizal Rhomadhon dinyatakan gugur, Praka Rico Pramudia mengalami luka berat, serta Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan mengalami luka ringan yang saat ini telah mendapatkan penanganan medis,” kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah kepada Kompas.com, Senin (30/3/2026).

 

Aulia mengungkapkan, keempat korban merupakan anggota Kompi C United Nations Position (UNP) 7-1 dari Satuan Tugas (Satgas) Batalyon Mekanis (Yonmek) XXIII-S yang tergabung dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

 

Untuk penanganan medis, dua prajurit yang mengalami luka ringan dirawat di Hospital Level I UNIFIL, yakni fasilitas kesehatan dasar milik pasukan PBB.

 

Sementara itu, prajurit yang mengalami luka berat dievakuasi menggunakan helikopter ke Rumah Sakit St. George di Beirut untuk perawatan lanjutan.

 

“Adapun prajurit yang gugur saat ini disemayamkan di East Sector Headquaters (HQ) dan dalam penyelesaian administrasi pemulangan ke Indonesia dengan dibantu oleh pihak KBRI Beirut,” ungkap dia.

Baca Lainnya

PB PII Dorong Evaluasi dan Transparansi Penanganan Kasus Santriwati di Sukoharjo

30 Oktober 2026 - 15:56 WIB

MA Kabulkan Kasasi, Suket Penyetaraan SMA Gibran Dinyatakan Tidak Sah

30 Oktober 2026 - 14:16 WIB

RSBP Batam Raih Penghargaan Indonesia Excellent Hospital

30 Oktober 2026 - 06:51 WIB

Logo HUT IPA ke-73 Resmi Diluncurkan, Usung Tema “Meneguhkan Cita Mulia Pelajar Al Washliyah untuk Kemajuan Bangsa”

30 Oktober 2026 - 05:49 WIB

10 Tahun Diperjuangkan, Gas Natuna Kini Resmi Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi

28 Oktober 2026 - 19:53 WIB

Trending di Ekonomi