Generasi Merdeka Hadir di Tengah Warga Cilegon,Erupsi Anak Gunung Krakatau Bagikan Masker dan Nasi Kotak, Hadir Jumat Berkah Musancab PKB Brebes: Meneguhkan Kemenangan Politik Tahun 2029 HIMASAL Brebes dalam Tarikan Nafas Khidmat Masyayekh Lirboyo Mengenal Prof Dr Suwendi Sang Pejuang Pendidikan Keagamaan di Nusantara. Buka Mubes PK NTT Batam, Amsakar Tekankan Keberagaman Harus Jadi Kekuatan Komisaris PT Pertamina Arun Gas (PAG) Dukung PKRM PRIMA DMI Langsa 2026. Wanda Assyura: remaja masjid harus diberi ruang untuk berkreasi.

Tanjungpinang

Sinergi Evakuasi Satwa Liar, DPKP Tanjungpinang Serahkan Buaya Muara ke BPSPL Pekanbaru dan Taman Safari Lagoi

badge-check


					Sinergi Evakuasi Satwa Liar, DPKP Tanjungpinang Serahkan Buaya Muara ke BPSPL Pekanbaru dan Taman Safari Lagoi Perbesar

Lantaknews.com. Kota Tanjungpinang-Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Tanjungpinang terus memperkuat sinergi dalam penanganan satwa liar yang berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat. Hal tersebut ditunjukkan melalui penyerahan seekor buaya muara (Crocodylus porosus) hasil evakuasi dari kawasan permukiman warga di Jalan Perikanan, Kampung Baru, kepada Loka Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (LPSPL/BPSPL) Pekanbaru dan Taman Safari Lagoi, Kamis (6/8/2026).

Penyerahan berlangsung di Markas Komando DPKP Kota Tanjungpinang dan dilakukan langsung oleh Kepala DPKP Kota Tanjungpinang, Juliadi Halomoan, S.Pi., kepada pihak BPSPL Pekanbaru dan pengelola Taman Safari Lagoi.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya penanganan satwa liar secara terpadu, dengan tetap mengedepankan keselamatan masyarakat sekaligus memastikan satwa mendapatkan penanganan yang sesuai dengan prinsip kesejahteraan dan konservasi satwa.

Buaya muara tersebut sebelumnya ditemukan di kawasan permukiman warga di Jalan Perikanan, Kampung Baru. Keberadaannya sempat menimbulkan keresahan karena berada di lingkungan yang berdekatan dengan aktivitas masyarakat.

Menindaklanjuti laporan masyarakat, personel DPKP Kota Tanjungpinang segera bergerak ke lokasi untuk melakukan evakuasi. Proses penanganan dilakukan secara terukur dengan memperhatikan aspek keselamatan petugas, masyarakat, serta kondisi satwa.

Setelah berhasil dievakuasi, buaya tersebut kemudian diamankan di Markas Komando DPKP Kota Tanjungpinang sembari dilakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk menentukan penanganan dan lokasi penempatan selanjutnya.

Kepala DPKP Kota Tanjungpinang, Juliadi Halomoan, S.Pi., mengatakan, penanganan satwa liar merupakan salah satu bentuk pelayanan penyelamatan yang membutuhkan kecepatan respons sekaligus ketepatan dalam mengambil tindakan.

Menurutnya, keberadaan satwa liar di kawasan permukiman tidak hanya berpotensi mengancam keselamatan masyarakat, tetapi juga dapat membahayakan satwa apabila dilakukan penanganan secara sembarangan.

“Dalam setiap penanganan satwa liar, prinsip utama kami adalah keselamatan masyarakat dan petugas. Namun, di sisi lain, satwa juga harus kita perlakukan secara baik. Karena itu, setelah berhasil dievakuasi, kami langsung melakukan koordinasi dengan instansi yang memiliki kewenangan dan pihak yang dapat memberikan penanganan lanjutan terhadap satwa tersebut,” ujar Juliadi.

Ia menjelaskan, penyerahan kepada BPSPL Pekanbaru dan Taman Safari Lagoi merupakan bagian dari sinergi lintas lembaga agar satwa yang telah dievakuasi dapat memperoleh pemeriksaan, perawatan, serta tempat penampungan yang sesuai.

“Kami mengapresiasi sinergi yang terjalin antara DPKP, BPSPL Pekanbaru dan Taman Safari Lagoi. Kami berharap penanganan setelah evakuasi ini dapat berjalan dengan baik, termasuk pemeriksaan kesehatan dan proses karantina, sehingga satwa dapat ditempatkan di lingkungan yang aman dan sesuai,” jelasnya.

Juliadi juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah mengambil langkah tepat dengan melaporkan keberadaan buaya tersebut kepada petugas. Menurutnya, respons cepat masyarakat sangat membantu petugas dalam mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mencoba menangkap atau menangani sendiri satwa liar yang berbahaya. Segera laporkan kepada DPKP atau pihak berwenang agar dapat ditangani oleh personel yang memiliki kemampuan dan peralatan yang sesuai,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat, khususnya yang tinggal di kawasan pesisir, sekitar muara, sungai, maupun wilayah yang berdekatan dengan habitat satwa liar, untuk meningkatkan kewaspadaan.

“Kalau masyarakat menemukan satwa liar yang berpotensi membahayakan, jangan didekati, jangan dipancing, dan jangan melakukan tindakan sendiri. Amankan diri dan orang-orang di sekitar, kemudian segera laporkan kepada petugas. Keselamatan masyarakat adalah yang utama, dan satwa juga harus kita tangani dengan cara yang tepat,” pungkas Juliadi.

Sementara itu, pihak BPSPL Pekanbaru dan Taman Safari Lagoi memastikan satwa yang telah diserahkan akan mendapatkan penanganan lebih lanjut sesuai prosedur yang berlaku. Proses tersebut mencakup pemeriksaan kondisi fisik dan kesehatan, karantina, serta penempatan pada area yang sesuai dengan kebutuhan satwa.

Melalui penanganan tersebut, DPKP Kota Tanjungpinang berharap sinergi lintas lembaga dapat terus diperkuat, khususnya dalam menghadapi laporan keberadaan satwa liar di lingkungan masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus mendukung upaya penanganan satwa liar secara bertanggung jawab

Sumber: MC TPI
Editor   : Redaksi

Baca Lainnya

Mulai 7 September 2026, Bank Pekreditan Rakyat Bestari Bertransformasi Menjadi PT. BPR Bestari (Perseroda)

11 September 2026 - 17:46 WIB

Kualitas Udara Tanjungpinang Masih Kategori Sedang, Masyarakat Diimbau Tetap Waspada

11 September 2026 - 07:45 WIB

Wamenkes II Tinjau CKG Terintegrasi Skrining TBC di Tanjungpinang

11 September 2026 - 07:41 WIB

81 Tahun Mengudara, Pemko Tanjungpinang Apresiasi RRI Hadir Menjadi Ruang Informasi Dan Dekat Dengan Masyarakat

11 September 2026 - 07:35 WIB

Wali Kota Lis Darmansyah Kukuhkan Direksi dan Komisaris Periode 2026–2031, BPR Bestari Luncurkan Logo Baru

10 September 2026 - 14:20 WIB

Trending di Tanjungpinang