Perkuat Pertahanan Negara, Pemko Batam Kirim 35 ASN Ikuti Seleksi Komcad Putra Aceh Rahmat Al Qahhar Kecam Keras Dugaan Penembakan Warga Di Pidie: Darah Kembali Tumpah Di Tanah Aceh, Usut Tuntas PB PII Sampaikan 7 Rekomendasi Strategis dalam RDPU Komisi III DPR RI, Dukung RUU Perampasan Aset yang Berkeadilan Indonesia Darurat Kemanusiaan Dan Ekologi: Istana Sibuk Saling Sikut Kepentingan, Rakyat Dan Alam Menanggung Korban Penataan Reklame Batam Mengacu Masterplan, Tujuh Permohonan Disetujui Surat Terbuka Untuk Bapak Presiden RI Prabowo Subianto

Pemko Batam

Rakernas APEKSI XVIII, Amsakar Tekankan Kolaborasi Lintas Daerah Demi Ketahanan Pangan dan Pengelolaan Sampah

badge-check


					Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, berbincang dengan sejumlah wali kota saat menghadiri Rakernas APEKSI di Medan. Perbesar

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, berbincang dengan sejumlah wali kota saat menghadiri Rakernas APEKSI di Medan.

Lantaknews.com. Batam–Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) yang berlangsung di Kota Medan, Sumatera Utara. Forum tahunan tersebut menjadi wadah strategis bagi pemerintah kota se-Indonesia untuk memperkuat sinergi sekaligus merumuskan berbagai langkah menghadapi tantangan pembangunan perkotaan.

Rakernas XVIII APEKSI diikuti 93 dari 98 pemerintah kota di Indonesia. Dalam rapat pleno yang digelar pada Kamis (2/7), para wali kota bertukar pengalaman dan berbagi praktik terbaik mengenai inovasi pelayanan publik, digitalisasi pemerintahan, optimalisasi pendapatan asli daerah, pemanfaatan aset daerah, hingga skema pembiayaan pembangunan di luar APBD melalui Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

Dalam Seminar Ketahanan Pangan dan Pengelolaan Sampah yang menghadirkan Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Amsakar menegaskan bahwa keberhasilan agenda pembangunan nasional memerlukan kolaborasi yang kuat antarpemangku kepentingan.

Menurutnya, berbagai persoalan di daerah tidak dapat diselesaikan secara parsial. Diperlukan integrasi kebijakan yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, media massa, hingga organisasi nonpemerintah agar setiap program mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Agenda besar nasional tidak akan berjalan maksimal jika setiap pihak bergerak sendiri-sendiri. Diperlukan integrasi kebijakan yang solid antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, pers, hingga organisasi nonpemerintah,” ujar Amsakar.

Ia juga menilai tantangan yang dihadapi daerah semakin kompleks sehingga membutuhkan kerja sama lintas sektor dan lintas organisasi. Karena itu, Amsakar mendorong APEKSI memperkuat kolaborasi dengan Asosiasi DPRD Kota Seluruh Indonesia (ADEKSI), Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), serta Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (ADKASI) agar aspirasi pemerintah daerah dapat diperjuangkan secara lebih kuat di tingkat nasional.

“Sudah saatnya ego sektoral ditinggalkan. Kita memerlukan langkah kolektif agar berbagai solusi yang dirumuskan tidak berhenti sebagai konsep di atas kertas, tetapi benar-benar dapat diwujudkan,” katanya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), secara resmi menutup Rakernas XVIII APEKSI di Grand City Hall Medan, Kamis (2/7/2026). Penutupan tersebut menandai berakhirnya rangkaian forum para wali kota se-Indonesia yang menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis bagi pembangunan perkotaan serta memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Dalam sambutannya, AHY menegaskan bahwa kota-kota yang tangguh merupakan fondasi penting bagi kemajuan Indonesia. Menurutnya, pembangunan perkotaan hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi yang erat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

“Kami ingin membangun semangat kolektif antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Kota-kota yang tangguh akan menjadi fondasi penting bagi pembangunan Indonesia,” ujarnya.

AHY mengatakan, kawasan perkotaan saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari urbanisasi, meningkatnya kepadatan permukiman, kemacetan, pengelolaan sampah, banjir, hingga kesenjangan sosial dan ekonomi. Oleh karena itu, pembangunan infrastruktur yang terintegrasi harus terus diperkuat untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah, mengurangi kesenjangan pembangunan, serta mendorong lahirnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Selain pembangunan infrastruktur, ia juga menekankan pentingnya pendekatan berbasis riset, inovasi, dan teknologi dalam pengelolaan kota. AHY berharap APEKSI terus menjadi ruang kolaborasi bagi pemerintah kota untuk saling belajar, berbagi pengalaman, serta memperkuat inovasi dalam menjawab tantangan pembangunan perkotaan di masa depan. (MC Batam)

Baca Lainnya

Perkuat Pertahanan Negara, Pemko Batam Kirim 35 ASN Ikuti Seleksi Komcad

4 November 2026 - 18:56 WIB

Penataan Reklame Batam Mengacu Masterplan, Tujuh Permohonan Disetujui

4 November 2026 - 14:15 WIB

Surat Terbuka Untuk Bapak Presiden RI Prabowo Subianto

4 November 2026 - 11:15 WIB

Buka Ruang Kolaborasi, Amsakar Tekankan Peran Pers dalam Pembangunan Batam

4 November 2026 - 10:58 WIB

Tindak Lanjuti Laporan Warga, Amsakar Pastikan Tiga Anak di Bengkong Mendapat Akses Pendidikan

3 November 2026 - 15:24 WIB

Trending di Batam