BP Batam Pastikan Perbaikan Jalan Gajah Mada Hadirkan Jalan yang Lebih Berkualitas dan Nyaman, Pengguna Jalan Dihimbau Senantiasa Berhati-hati Investasi Batam Tumbuh 62,75 Persen, Ciptakan 40.943 Lapangan Kerja Pemprov Kepri Bangun Kanal Banjir di Kampung Purwodadi Bintan Timur Kepala Kantor Imigrasi Belakang Padang Hadiri Serah Terima Jabatan dan Pisah Sambut Kepala Rumah Detensi Imigrasi Pusat Tanjung Pinang Amsakar-Li Claudia Apresiasi Sinergi PLN Batam dan Altiva, Perkuat Ekosistem Data Center di Batam Tingkatkan Layanan Publik, Amsakar Resmikan Gedung Arsip dan Musala PN Batam

Daerah

Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi, 5 Mantan Anggota OPM di Puncak Jaya Ikrar Setia NKRI

badge-check


					Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi, 5 Mantan Anggota OPM di Puncak Jaya Ikrar Setia NKRI Perbesar

Lantaknews.com. Puncak Jaya – Momentum bersejarah terjadi di Alun-alun Kota Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah, pada Kamis (25/6/2026). Sebanyak 5 (lima) orang mantan anggota kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap XXVIII/Yambi – Mewoluk secara resmi menyatakan tunduk dan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) melalui upacara pengucapan ikrar suci.

Kelima mantan anggota OPM tersebut adalah BT (27 th), GW (23 th), BW (25 th), TK (25 th), dan YW (22 th). Seluruh pemuda yang berasal dari Suku Dani, Kampung Gumburu, Distrik Mewoluk ini mengikuti prosesi dengan khidmat dari pukul 09.30 s.d. 10.50 WIT.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati dan Sekda Kabupaten Puncak Jaya, Dandim 1714/Puncak Jaya, Kapolres Puncak Jaya, Dansatgas Yonif 743, Dansatgas Yonif 136 serta disaksikan oleh Ketua Klasis GIDI Mulia Telius Wonda, para Kepala Kampung, Tokoh Adat, dan Tokoh Agama setempat. Kehadiran tokoh lintas sektor ini menunjukkan dukungan penuh atas kembalinya para pemuda tersebut ke tengah masyarakat.

Dalam prosesi tersebut, kelima mantan anggota OPM dengan tegas membacakan Ikrar Kesetiaan kepada NKRI yang dipandu langsung oleh Bupati Puncak Jaya, dilanjutkan dengan penandatanganan naskah ikrar. Suasana haru memuncak saat mereka melakukan penciuman Bendera Merah Putih sebagai simbol komitmen total, yang diikuti dengan pemberian baju batik serta Kartu Ikrar NKRI.

Sebagai bentuk kepedulian dan modal awal reintegrasi, Pemerintah Daerah bersama TNI-Polri memberikan bantuan sosial kepada mereka. Bantuan yang diserahkan meliputi paket sembako senilai Rp1.000.000,-, uang tunai pembinaan sebesar Rp1.000.000,- per orang, pakaian, serta uang pembinaan bagi para tokoh masyarakat yang bertindak sebagai saksi.

Keberhasilan ini merupakan buah dari pendekatan persuasif, komunikasi sosial, dan pembinaan teritorial yang berkelanjutan oleh aparat keamanan dan pemerintah daerah. Pasca-ikrar, sinergi lintas sektor akan terus dioptimalkan melalui pemantauan intensif, pendampingan, serta program pemberdayaan ekonomi guna menjamin kesejahteraan dan keamanan mereka dari intimidasi pihak luar. (*)

Baca Lainnya

Forkomnas KPI: Kolaborasi Mahasiswa Nusantara Kunci Mewujudkan Indonesia Emas 2045

23 Juli 2026 - 23:47 WIB

Warga Sebut Limbah Ekonomis PT Asahimas Chemical Puluhan Tahun Dimonopoli Pengusaha yang Diduga Tak Miliki Izin

22 Juli 2026 - 01:13 WIB

HMI MPO Cilegon Desak APH Tuntaskan Kasus Korupsi Tanpa Tebang Pilih, Soroti Perkara ASABRI hingga Krakatau Steel

14 Juli 2026 - 14:56 WIB

Kasus Kematian Bripda NS Segera Disidangkan, Jaksa Siapkan Dakwaan

14 Juli 2026 - 08:53 WIB

Migas Blok Andaman Tarik Minat Investor, KEK ARun Disiapkan Jadi Pusat Hilirisasi Eenergi Aceh

14 Juli 2026 - 07:43 WIB

Trending di Daerah