Amsakar dan Zulkifli Hasan Dorong Pers Profesional, Berintegritas, dan Kontributif bagi Pembangunan Li Claudia Tinjau Kesiapan 512 Titik PJU dan Serah Terima ROW 30 Melcem, BP Batam Perkuat Infrastruktur Jalan Groundbreaking SWRO Kabil: Investasi Rp 600 Miliar, Perkuat Pasokan Air Data Centre Kecewa Atas Penanganan Sejumlah Kasus, Irfan Nazori Gantung Kutang dan Celana Dalam Di Depan Polres Musi Banyuasin Tuan Rumah Tanjungpinang Raih Emas, Perak dan Perunggu pada Cabor Panjat Tebing Porprov VI Kepri Dirjen Otda Siap Fasilitasi Usulan Pembangunan Embung ke Kementerian PU

Tanjungpinang

Stop Boros Pangan, Sisa Makanan Dominasi Sampah di Tanjungpinang

badge-check


					Stop Boros Pangan, Sisa Makanan Dominasi Sampah di Tanjungpinang Perbesar

Lantaknews.com. Kota Tanjungpinang – Sisa makanan menjadi penyumbang terbesar sampah di Kota Tanjungpinang. Data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menunjukkan sekitar 60 persen dari 98 ton sampah yang dihasilkan setiap hari pada 2024 merupakan sampah makanan.

Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DPPP) Kota Tanjungpinang kini menggencarkan Program Stop Boros Pangan (SBP) kepada masyarakat. Program tersebut merupakan bagian dari Gerakan Selamatkan Pangan (GSP) yang bertujuan mengurangi pemborosan pangan.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan DPPP Kota Tanjungpinang, Yesi Perdeawati, mengatakan besarnya jumlah sampah makanan menunjukkan masih banyak pangan yang terbuang.

“Jika tidak terbuang, jumlahnya diperkirakan setara untuk memenuhi kebutuhan makan sekitar 50 persen masyarakat Tanjungpinang,” ujar Yesi, Jumat (29/5/2026).

Ia menjelaskan, banyak pangan terbuang sebelum sampai ke meja makan masyarakat. Mulai dari hasil panen yang tercecer, rusak saat penyimpanan dan distribusi, membusuk di pasar, hingga makanan yang tidak habis dikonsumsi.

“Setelah dimasak pun belum tentu habis dimakan. Karena itu, potensi kerugian akibat sampah makanan sangat besar,” katanya.

Menurut Yesi, di balik pangan yang dikonsumsi masyarakat terdapat berbagai dukungan pemerintah kepada petani dan nelayan, mulai dari subsidi pupuk dan bahan bakar hingga pelatihan.

“Dalam sepiring nasi itu banyak subsidi pemerintah, begitu juga tempe, ikan, ayam, dan sayur,” ucapnya.

Karena itu, masyarakat diajak membiasakan mengambil makanan secukupnya dan berbelanja sesuai kebutuhan untuk mengurangi pemborosan pangan.

Selain itu, DPPP tengah menyusun surat edaran yang akan disampaikan kepada Wali Kota Tanjungpinang mengenai pengurangan sampah makanan.

“Nanti edarannya ditujukan untuk hotel, restoran, kantin, SPPG, sekolah hingga masyarakat luas karena berpotensi menghasilkan sampah makanan,” tambahnya.

Selain mengampanyekan Stop Boros Pangan, DPPP juga membagikan tote bag kepada masyarakat sebagai bentuk edukasi pengurangan penggunaan plastik sekali pakai.

“Itu salah satu bentuk kampanye kami kepada masyarakat, sekaligus untuk mengurangi penggunaan plastik,”  (Red)

Baca Lainnya

Tuan Rumah Tanjungpinang Raih Emas, Perak dan Perunggu pada Cabor Panjat Tebing Porprov VI Kepri

4 November 2026 - 22:17 WIB

Dirjen Otda Siap Fasilitasi Usulan Pembangunan Embung ke Kementerian PU

4 November 2026 - 22:13 WIB

Dandim 0315/Tanjungpinang Silaturahmi, Wali Kota Lis Harapkan Sinergi Terus Terjalin

4 November 2026 - 22:01 WIB

Wali Kota Lis: Kemitraan REI dan Pemda Buka Peluang Investasi di Tanjungpinang

4 November 2026 - 21:58 WIB

Pemko Siapkan Senggarang dan Kampung Bugis Jadi Pusat Ekonomi Baru Mulai 2027

4 November 2026 - 21:53 WIB

Trending di Tanjungpinang