Generasi Merdeka Hadir di Tengah Warga Cilegon,Erupsi Anak Gunung Krakatau Bagikan Masker dan Nasi Kotak, Hadir Jumat Berkah Musancab PKB Brebes: Meneguhkan Kemenangan Politik Tahun 2029 HIMASAL Brebes dalam Tarikan Nafas Khidmat Masyayekh Lirboyo Mengenal Prof Dr Suwendi Sang Pejuang Pendidikan Keagamaan di Nusantara. Buka Mubes PK NTT Batam, Amsakar Tekankan Keberagaman Harus Jadi Kekuatan Komisaris PT Pertamina Arun Gas (PAG) Dukung PKRM PRIMA DMI Langsa 2026. Wanda Assyura: remaja masjid harus diberi ruang untuk berkreasi.

Internasional

Misi Pencarian Anggota Jet Tempur F-15 di Iran Berlangsung, Tim Penyelamat Militer AS Hadapi Risiko Tinggi

badge-check


					Misi Pencarian Anggota Jet Tempur F-15 di Iran Berlangsung, Tim Penyelamat Militer AS Hadapi Risiko Tinggi Perbesar

LantakNews.Com. New York- Tim penyelamat Amerika Serikat tengah melakukan operasi pencarian terhadap seorang anggota militer mereka. Dia merupakan awak pesawat yang hilang setelah jet tempur F-15 dilaporkan ditembak jatuh di Iran.

Laporan menyebutkan pilot berhasil diselamatkan, sementara satu awak lainnya masih dalam pencarian. Demikian dilansir dari BBC News, Sabtu (4/4/2026).

Operasi ini merupakan bagian dari Combat Search and Rescue (CSAR), yakni misi militer AS untuk menemukan dan menyelamatkan personel mereka di wilayah berbahaya di Iran saat ini.

Menurut laporan CBS, operasi dilakukan jauh di pedalaman Iran dengan dukungan helikopter militer, pesawat pengisian bahan bakar, serta pengamanan udara.

Seorang mantan komandan unit penyelamat AS mengatakan, operasi seperti ini melibatkan puluhan personel terlatih. “Harrowing and massively dangerous is an understatement,” ujarnya kepada CBS News, menggambarkan tingginya risiko misi tersebut.

Di sisi lain, analis dari Chatham House, Laurel Rapp, mengungkapkan, kemungkinan penangkapan awak pesawat oleh Iran akan menjadi keuntungan strategis. “Ini harga yang harus dibayar mahal. Kemungkinannya juga akan menjadi bagian dari tawar-menawar yang kuat,” ujar Rapp.

Sementara itu, pakar militer Jonathan Hackett menjelaskan,  tim penyelamat akan memulai pencarian dari titik terakhir keberadaan korban. “Tim mencari dari titik awal dan akan meluas. Kondisi medan menjadi tantangan besar dalam operasi ini,” ungkapnya.

Hingga kini, pencarian masih berlangsung di tengah ketegangan yang meningkat di Iran. Ini menjadi pukulan telak bagi Amerika Serikat yang memulai peperangan dengan Iran.

Baca Lainnya

Kapal Induk AS Tinggalkan Thailand Usai Singgah Lima Hari

7 September 2026 - 05:16 WIB

Iran Balas Serangan AS di Selat Hormuz, 6 Kapal Jadi Sasaran

7 September 2026 - 00:42 WIB

Beda dengan Wapres AS, Trump Sebut Konflik Melawan Iran sebagai Perang

6 September 2026 - 01:02 WIB

Ancam Bunuh Presiden Marcos, Wapres Filipina Sara Bayar Jaminan Rp100 Juta Tak Ditahan

6 September 2026 - 00:42 WIB

Guci Tua Berisi 100 Lebih Perhiasan yang Terkubur 1.200 Tahun, Ditemukan di Jalur Haji Menuju Makkah

9 Agustus 2026 - 14:24 WIB

Trending di Internasional