PB PII Dorong Evaluasi dan Transparansi Penanganan Kasus Santriwati di Sukoharjo MA Kabulkan Kasasi, Suket Penyetaraan SMA Gibran Dinyatakan Tidak Sah Kecamatan Sagulung Ukir Prestasi, Raih IPP 4,20 Kategori A dan Puncaki Penilaian Pelayanan Publik Se-Kota Batam 2026 Wawako Raja Ariza Ajak Warga Kampung Bugis Cegah Narkoba Harga Pangan Berbeda Antarkios, Ini Penyebabnya Karang Taruna Kota Batam: Peringati Hari Sumpah Pemuda Ke-98, Ketua Karang Taruna Kota Batam Ajak Pemuda Bersatu, Berkarya dan Berjaya Untuk Kemajuan Batam

Kepulauan Riau

Ziarah Hari Jadi Ke-24 Kepri, Gubernur Ansar dan Wagub Nyanyang Kenang Jasa Para Pejuang, Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan

badge-check


					Gubernur Ansar Ahmad dan Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura melaksanakan tabur bunga di makam Mantan Gubernur Kepri H Muhammad Sani, Kamis (24/9/2026). Perbesar

Gubernur Ansar Ahmad dan Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura melaksanakan tabur bunga di makam Mantan Gubernur Kepri H Muhammad Sani, Kamis (24/9/2026).

Lantakknews.com. Dompak-Memperingati Hari Jadi ke-24 Provinsi Kepulauan Riau, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad bersama Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura berziarah dan menabur bunga di makam para tokoh pejuang pembentukan Provinsi Kepulauan Riau di Taman Makam Pahlawan (TMP) Pusara Bhakti, Jalan Gatot Subroto, Kampung Bulang, Kecamatan Bukit Bestari, Tanjungpinang, Kamis (24/9/2026).

Ziarah diawali dengan doa bersama, kemudian dilanjutkan tabur bunga di pusara sejumlah tokoh yang memiliki jasa dalam perjalanan pembentukan dan pembangunan Provinsi Kepulauan Riau. Di antaranya makam mantan Gubernur Kepri Muhammad Sani dan mantan Wali Kota Tanjungpinang H. Syahrul, serta sejumlah tokoh pejuang Kepri lainnya.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-24 Provinsi Kepulauan Riau. Ziarah tidak hanya dimaknai sebagai penghormatan kepada para pendahulu, tetapi juga sebagai momentum untuk mengenang kembali perjuangan, pengorbanan, dan cita-cita yang melatarbelakangi terbentuknya Provinsi Kepulauan Riau.

Gubernur Ansar mengatakan, perjalanan Kepri hingga mencapai usia 24 tahun tidak terlepas dari kontribusi para tokoh dan pejuang yang telah mencurahkan tenaga, pikiran, serta pengabdian bagi daerah.

Menurutnya, penghormatan terhadap para pendahulu harus diwujudkan dengan melanjutkan cita-cita pembangunan yang telah dirintis. Semangat perjuangan tersebut, kata Ansar, menjadi pengingat bagi pemerintah dan seluruh masyarakat untuk terus bekerja membangun Kepri agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata.

“Perjuangan para pendahulu harus kita jadikan semangat untuk terus membangun Kepulauan Riau. Apa yang sudah mereka perjuangkan harus kita lanjutkan dengan kerja nyata, dengan memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” ujar Ansar.

Ia menegaskan, memasuki usia ke-24, Pemerintah Provinsi Kepri masih menghadapi berbagai tantangan, terutama karena karakteristik Kepri sebagai provinsi kepulauan. Dengan wilayah yang didominasi lautan dan terdiri atas banyak pulau, pemerataan pembangunan serta konektivitas antarpulau menjadi agenda penting pemerintah daerah.

Ansar sebelumnya menyampaikan bahwa pemerataan pembangunan, penguatan konektivitas antarpulau, pengembangan ekonomi berbasis potensi daerah, serta pelestarian identitas Melayu menjadi bagian penting dari agenda pembangunan Kepri ke depan.

“Semangat kebersamaan dan gotong royong harus terus kita perkuat. Kita ingin pembangunan Kepri tidak hanya terpusat di wilayah tertentu, tetapi dapat dirasakan oleh masyarakat di seluruh kabupaten dan kota,” kata Ansar.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga hubungan antara pembangunan masa kini dengan sejarah daerah. Menurutnya, kemajuan tidak boleh membuat generasi muda melupakan identitas dan akar sejarah Kepulauan Riau.

Karena itu, berbagai upaya pelestarian sejarah dan budaya Melayu terus didorong pemerintah. Salah satunya melalui penguatan kawasan Pulau Penyengat sebagai bagian penting dari sejarah dan identitas Kepri. Pemerintah Provinsi Kepri juga tengah menyiapkan pembangunan Museum dan Monumen Tugu Bahasa sebagai bagian dari upaya memperkuat kembali narasi sejarah Melayu dan kontribusinya terhadap perkembangan bahasa nasional.

“Sejarah harus kita rawat dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Kita ingin anak-anak kita mengetahui siapa para pendahulunya, bagaimana perjuangan membentuk Kepri, dan apa tanggung jawab kita untuk melanjutkan perjuangan tersebut,” tutupnya.

Ziarah di TMP Pusara Bhakti kemudian ditutup kembali dengan doa bersama. Suasana berlangsung khidmat, dengan Gubernur Ansar dan Wakil Gubernur Nyanyang memberikan penghormatan terakhir kepada para tokoh yang telah wafat.

Turut hadir Ketua TP-PKK Provinsi Kepri Hj. Dewi Kumalasari Ansar, Ketua BKOW Provinsi Kepri Nenny Dwiyana Nyanyang, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Kepri, Sekretaris Daerah Provinsi Kepri Misni, para asisten, staf ahli, serta kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. (Red)

Baca Lainnya

3.100 Pelari Ikuti BTN KEPRI MoonRun 2026, Lari Malam Menjelajah Warisan Budaya Tanjungpinang

30 Oktober 2026 - 07:29 WIB

BKOW Kepri Dorong Perempuan Mandiri Ekonomi Melalui Pelatihan Membuat Kue

29 Oktober 2026 - 17:47 WIB

Gubernur Ansar Buka Bimtek Keluarga Berintegritas, KPK Dorong Pencegahan Korupsi Dimulai dari Keluarga

29 Oktober 2026 - 11:17 WIB

Wagub Nyanyang Ajak Masyarakat Cegah Pembakaran Sampah di Tengah Darurat Asap

29 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Gubernur Ansar Ahmad Sambut Pangdam Pertama Kodam XXV/Sultan Mahmud Riayat Syah

29 Oktober 2026 - 11:03 WIB

Trending di Kepulauan Riau