PB PII Dorong Evaluasi dan Transparansi Penanganan Kasus Santriwati di Sukoharjo MA Kabulkan Kasasi, Suket Penyetaraan SMA Gibran Dinyatakan Tidak Sah Kecamatan Sagulung Ukir Prestasi, Raih IPP 4,20 Kategori A dan Puncaki Penilaian Pelayanan Publik Se-Kota Batam 2026 Wawako Raja Ariza Ajak Warga Kampung Bugis Cegah Narkoba Harga Pangan Berbeda Antarkios, Ini Penyebabnya Karang Taruna Kota Batam: Peringati Hari Sumpah Pemuda Ke-98, Ketua Karang Taruna Kota Batam Ajak Pemuda Bersatu, Berkarya dan Berjaya Untuk Kemajuan Batam

Kepulauan Riau

Jelang Groundbreaking Museum Bahasa, Gubernur Ansar Ziarah ke Makam Raja Ali Haji

badge-check


					Sekdaprov Kepri, Misni berziarah ke makam Raja Ali Haji di Pulau Penyengat, Rabu (23/9/2026). Ziarah dilaksanakan jelang peletakan batu pertama pembanguan Museum dan Monumen Bahasa Pulau Penyengat yang akan dilaksanakan Kamis. Perbesar

Sekdaprov Kepri, Misni berziarah ke makam Raja Ali Haji di Pulau Penyengat, Rabu (23/9/2026). Ziarah dilaksanakan jelang peletakan batu pertama pembanguan Museum dan Monumen Bahasa Pulau Penyengat yang akan dilaksanakan Kamis.

Lantaknews.com. Dompak-Jelang pelaksanaan groundbreaking Museum dan Monumen Bahasa, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad bersama Sekretaris Daerah Misni berziarah ke Makam Raja Ali Haji di Pulau Penyengat, Rabu (23/9) sore.

Sebelum berziarah, Gubernur Ansar bersama Sekdaprov Misni terlebih dahulu meninjau persiapan di Balai Adat Pulau Penyengat. Setelah itu, rombongan menuju Makam Engku Puteri untuk memanjatkan doa.

Gubernur kemudian melanjutkan ziarah ke Makam Raja Ali Haji. Di kedua makam tersebut, Gubernur bersama rombongan memanjatkan doa sebagai bentuk penghormatan kepada para tokoh yang memiliki peran penting dalam sejarah dan kebudayaan Melayu.

Bagi Gubernur Ansar, ziarah tersebut memiliki makna tersendiri, terlebih Pulau Penyengat memiliki hubungan kuat dengan perjalanan sejarah, bahasa dan kebudayaan Melayu di Kepulauan Riau.

“Kita berziarah dulu, mendoakan para pendahulu kita. Mudah-mudahan pembangunan Museum dan Monumen Bahasa ini juga mendapat keberkahan dan bisa menjadi warisan untuk generasi kita ke depan,” katanya.

Salah satu tokoh yang memiliki kaitan kuat dengan sejarah bahasa Melayu adalah Raja Ali Haji. Kiprah dan karya-karyanya menjadi bagian penting dari khazanah bahasa dan sastra Melayu yang berkembang di Pulau Penyengat.

Ziarah ke makam Raja Ali Haji sekaligus menjadi momentum untuk mengingat kembali jasa para pendahulu yang telah memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan bahasa dan kebudayaan Melayu.

Pembangunan Museum dan Monumen Bahasa di Pulau Penyengat diharapkan dapat menjadi ruang untuk mengenalkan sejarah perkembangan bahasa sekaligus merawat warisan budaya Melayu kepada generasi mendatang.

Gubernur Ansar mengatakan, pembangunan tersebut bukan hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga bagian dari upaya menjaga sejarah dan identitas kebahasaan Kepulauan Riau.

“Karena itu, kelancaran proses pembangunan membutuhkan persiapan yang terencana serta dukungan berbagai pihak,” ujarnya.

Ansar juga mengajak masyarakat Kepulauan Riau memberikan dukungan dan doa agar pembangunan Museum dan Monumen Bahasa dapat berjalan lancar.

“Dengan adanya dukungan masyarakat, kita harapkan proses pembangunannya berjalan lancar dan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan,” harapnya. (Red)

Baca Lainnya

3.100 Pelari Ikuti BTN KEPRI MoonRun 2026, Lari Malam Menjelajah Warisan Budaya Tanjungpinang

30 Oktober 2026 - 07:29 WIB

BKOW Kepri Dorong Perempuan Mandiri Ekonomi Melalui Pelatihan Membuat Kue

29 Oktober 2026 - 17:47 WIB

Gubernur Ansar Buka Bimtek Keluarga Berintegritas, KPK Dorong Pencegahan Korupsi Dimulai dari Keluarga

29 Oktober 2026 - 11:17 WIB

Wagub Nyanyang Ajak Masyarakat Cegah Pembakaran Sampah di Tengah Darurat Asap

29 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Gubernur Ansar Ahmad Sambut Pangdam Pertama Kodam XXV/Sultan Mahmud Riayat Syah

29 Oktober 2026 - 11:03 WIB

Trending di Kepulauan Riau