BP Batam Perkuat Promosi KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam di Medical Fair Asia 2026 Sekolah Owner: Strategi Pengusaha Muda Tatap Peluang Ekonomi Global Mulai 7 September 2026, Bank Pekreditan Rakyat Bestari Bertransformasi Menjadi PT. BPR Bestari (Perseroda) Gubernur Ansar Dorong Percepatan Program Cek Kesehatan Gratis Kemenkes Dorong Percepatan Penemuan Kasus TBC di Kepulauan Riau, 10 Unit X-Ray Disiapkan untuk Perkuat Deteksi Dini Wamenkes II RI Tinjau Posyandu di Tanjungpinang, Sosialisasikan Program CKG bagi Lansia

Lampung

Erupsi Anak Krakatau, Abu Vulkanik Mulai Terasa di Bandar Lampung

badge-check


					Abu Vulkanik, Erupsi Gunung Anak Krakatau mulai berdampak ke sejumlah wilayah di Provinsi Lampung Perbesar

Abu Vulkanik, Erupsi Gunung Anak Krakatau mulai berdampak ke sejumlah wilayah di Provinsi Lampung

Lantaknews.com. Lampung Selatan-Erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda dilaporkan mulai berdampak ke sejumlah wilayah di Provinsi Lampung. Diantaranya, Kota Bandar Lampung, Kabupaten Tanggamus dan Pesisir Barat, Minggu, 6/09/2026.

Di Kota Bandar Lampung, abu berwarna kehitaman dilaporkan terlihat di Kemiling, Rajabasa hingga ke Telukbetung Selatan. Abu bahkan ditemukan di lantai rumah warga.

Salah satu warga Telukbetung Selatan, Nabil (20) mengatakan abu mulai dirasakan sore hari bahkan sudah sangat menggangu saat mengendarai sepeda motor.

“Debunya lumayan tebel, perih banget, tadi banyak yang naik motor ngucek-ngucek mata, sebaiknya pakai masker sekarang kalau keluar rumah,” ujar Nabil.

Salah satu warga Telukbetung Selatan, Nabil (20), mengatakan abu mulai dirasakan pada sore hari. Kondisi tersebut bahkan cukup mengganggu aktivitas warga, terutama pengendara sepeda motor.

“Debunya lumayan tebel, perih banget, tadi banyak yang naik motor ngucek-ngucek mata, sebaiknya pakai masker sekarang kalau keluar rumah,” ujar Nabil.

Penampakan tebalnya abu vulkanik di area pemukiman warga

Menurut Nabil, abu vulkanik juga sudah cukup tebal dan menempel di halaman rumah.

“Di teras lantai dua rumah saya aja udah bias disapu, saking tebelnya,” sambung Nabil.

Dia berharap kondisi tersebut tidak berlangsung lama dan masyarakat tetap mendapatkan informasi terkait perkembangan aktivitas GAK.

“Semoga cepat reda, karena kalau begini terus cukup mengganggu aktivitas warga,” harapnya.

Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda kembali meningkat. Erupsi yang berlangsung sejak Jumat, 4 September 2026 pukul 23.07 WIB tersebut diinterpretasikan sebagai fenomena lava fountain atau lava air mancur.

Fenomena tersebut terpantau dalam erupsi yang masih berlangsung hingga laporan pengamatan dibuat pada Sabtu, 5 September 2026.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui laporan yang dikutip dari situs Magma ESDM menyebut erupsi juga disertai suara dentuman dan gemuruh yang terdengar dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Pasauran. Dengan aktivitas tersebut, tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III. (Red)

Baca Lainnya

BPJS Ketenagakerjaan Langsa Siap Berkolaborasi Sukseskan Festival PKRM PRIMA DMI

11 September 2026 - 01:38 WIB

Sekretaris Umum HISSI Aceh Apresiasi dan Dukung Penuh PKRM PRIMA DMI Langsa

11 September 2026 - 01:35 WIB

Semarak Memperingati Maulid, KKN Desa Dewi Sri Melaksanakan Pekan Kreativitas Anak Islami asah potensi dan Nilai Keislamaan Anak

10 September 2026 - 08:20 WIB

Ketua Baitul Mal Langsa Dukung PKRM dan PRIMA DMI Langsa Award 2026

10 September 2026 - 07:54 WIB

MPU Langsa Dukung Penuh PKRM PRIMA DMI, Tekankan Pentingnya Pedoman Syariat Islam dan jaga koridor syariat.

10 September 2026 - 05:48 WIB

Trending di Aceh