Menu

Mode Gelap
Pererat Silaturahmi dan Jaga Kebugaran, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belakang Padang Gelar Mini Soccer Bersama Kanwil Ditjen Imigrasi Kepulauan Riau Perbaikan Pipa Simpang Plamo-Kepri Mall Rampung, Aliran Air Mulai Didistribusikan Bertahap UP TOWN RUN 2026 Hadir di Batam, Padukan Olahraga, Budaya, Kreativitas Gen Z dan Aksi Sosial Pemko Batam Apresiasi Komitmen PT Wasco Engineering Indonesia Bangun Sarana Penunjang Pendidikan di Sekitar Pemukiman Warga Amsakar-Li Claudia Perluas Akses Kesehatan, Warga Batam Diajak Aktifkan BPJS Kesehatan Gratis Patuh Membayar Pajak demi Membangun Daerah, Pemko Batam Siapkan Malam Apresiasi Wajib Pajak Taat Pajak 2026

Tanjungpinang

Setiap Kelurahan di Tanjungpinang Ditargetkan Miliki Anak Asuh Cegah Stunting pada 2026

badge-check


					Setiap Kelurahan di Tanjungpinang Ditargetkan Miliki Anak Asuh Cegah Stunting pada 2026 Perbesar

Lantaknews.com. Kota Tanjungpinang – Pemerintah Kota Tanjungpinang menargetkan setiap kelurahan memiliki minimal satu anak asuh dari keluarga berisiko stunting pada 2026 melalui Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING).

 

Target tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkesdalduk dan KB) Kota Tanjungpinang, Rustam, dalam pertemuan evaluasi dan penyusunan program GENTING di Aula Puskesmas Batu 10, Senin (25/5/2026).

 

Menurut Rustam, program orang tua asuh menjadi salah satu langkah percepatan penurunan stunting dengan melibatkan pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan.

“Bantuan yang diberikan dapat berupa dukungan nutrisi secara berkelanjutan, salah satunya pemberian telur selama tiga sampai enam bulan guna membantu pemenuhan gizi keluarga,” ujarnya.

 

Pertemuan lintas sektor itu dihadiri camat, lurah, PKK, Baznas, perguruan tinggi, Babinsa, Bhabinkamtibmas, petugas gizi puskesmas, hingga penyuluh KB se-Kota Tanjungpinang.

 

Selain mengevaluasi pelaksanaan program tahun 2025, pertemuan juga membahas strategi penguatan pendampingan bagi keluarga berisiko stunting.

 

Rustam juga mengajak camat dan lurah turut menjadi orang tua asuh bagi anak-anak di wilayah masing-masing. Dukungan serupa juga diharapkan dari perguruan tinggi, akademisi kesehatan, Baznas, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas, baik melalui bantuan nutrisi maupun nonnutrisi.

“Melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, diharapkan upaya pencegahan dan penanganan stunting di Kota Tanjungpinang dapat berjalan lebih terpadu dan berkelanjutan,” tutupnya. (Red)

 

Baca Lainnya

Pemko Tanjungpinang Matangkan Persiapan MTQH XII Tingkat Provinsi Kepri Tahun 2026

12 Juni 2026 - 08:07 WIB

Warga Sei Jang Tuntaskan Pemilihan RT 01 RW 04 Lewat Musyawarah Tanpa Voting

11 Juni 2026 - 16:58 WIB

Kadis Kominfo Teguh: Banyak Aplikasi Tak Menjamin Layanan Publik Lebih Baik

11 Juni 2026 - 10:45 WIB

Weni Ajak Kader PKK Perkuat Administrasi dan Wujudkan Kampung Ceria

10 Juni 2026 - 12:18 WIB

Sekda Zulhidayat: Hasil Sensus Ekonomi 2026 Jadi Fondasi Kebijakan Pembangunan

10 Juni 2026 - 12:14 WIB

Trending di Tanjungpinang