Menu

Mode Gelap
Pansus DPRD Kota Batam Finalisasi Ranperda LAM, Siap Dibawa ke Paripurna WFH, Pemko Batam Targetkan Efisiensi Belanja hingga Rp18,1 Miliar Hari Bumi: Seruan Islam untuk Menjaga Planet Kita Sukses Membangun SDM di Wilayah Kepulauan, Gubernur Ansar Bakal Terima Penghargaan NGA 2026 571 CPNS Jalani Latsar CPNS 2026 Dilaksanakan BPSDM Provinsi Kepri Triwulan I 2026, Investasi Batam Melonjak Lebih dari 100 Persen

Lingga

Warga Dabo Singkep Berburu Pertalite, Rela Antre Dari Pagi Hingga Malam Hari

badge-check


					Warga Dabo Singkep Berburu Pertalite, Rela Antre Dari Pagi Hingga Malam Hari Perbesar

LantakNews.Com. Lingga-Krisis bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite melanda Dabo Singkep, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga.

Dalam dua hari terakhir, warga harus menghadapi kenyataan pahit, mengantre berjam-jam hanya demi mendapatkan beberapa liter bahan bakar untuk kebutuhan sehari-hari.

Pemandangan antrean panjang sepeda motor terlihat di sejumlah titik, salah satunya di kios eceran kawasan Jalan Pahlawan, dekat Gedung Nasional, Kamis (2/4/2026).

Deretan kendaraan mengular memenuhi badan jalan, sementara warga sabar menunggu giliran di tengah keterbatasan pasokan.

Kelangkaan Pertalite mulai dirasakan warga sejak Rabu (1/4/2026) malam dan terus berlanjut hingga keesokan harinya. Situasi ini semakin diperparah karena banyak kios eceran yang biasanya menjadi alternatif justru tutup.

Di sisi lain, satu-satunya SPBU di pusat Kota Dabo Singkep diketahui sudah tidak beroperasi selama kurang lebih tiga pekan.

Kondisi tersebut membuat warga yang sangat bergantung pada sepeda motor untuk bekerja dan beraktivitas harian menjadi pihak paling terdampak.

Nurhade, seorang warga, mengaku harus mengantre sejak malam hari agar tidak kehabisan BBM.

โ€œSaya mulai antre dari malam. Sekarang cari minyak susah, kios banyak tutup, SPBU juga belum buka. Mau tidak mau beli di mana saja yang ada,โ€ ujarnya.

Hal serupa disampaikan Toni. Ia terkejut saat hendak mengisi bahan bakar di pagi hari, namun mendapati hampir semua kios tutup.

โ€œBiasanya masih bisa beli di kios, tapi sekarang banyak yang tutup. Jadi kaget juga,โ€ katanya.

Menurut Toni, kelangkaan ini membuat warga terpaksa membeli BBM dengan harga jauh di atas normal di tingkat eceran. Meski mahal, mereka tidak memiliki banyak pilihan karena kebutuhan bekerja tetap harus berjalan.

Di tengah kondisi ini, warga berharap ada langkah cepat dari pihak terkait untuk menormalkan kembali distribusi BBM di Dabo Singkep agar aktivitas masyarakat tidak terus terganggu.(

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Petugas Sidak Lapas Dabo Singkep Lingga, Sisir Kamar Warga Binaan Cari Barang Terlarang

7 April 2026 - 14:57 WIB

Seleksi Bintara Polri 2026 di Lingga Diikuti 45 Peserta, Semua Lolos Tahap Awal

7 April 2026 - 14:55 WIB

DPRD Lingga Panggil Perusahaan Sawit terkait Penggusuran Kebun Sagu Warga Pekaka

7 April 2026 - 14:54 WIB

Lahan Sagu Pekaka Lingga, PT CSA Klaim Tak Sengaja, Pemda Minta Hentikan Land Clearing

3 April 2026 - 15:43 WIB

Cegah Karhutla, Polres Lingga Gencarkan Edukasi Lewat Spanduk Imbauan

3 April 2026 - 04:30 WIB

Trending di Lingga