Buka Mubes PK NTT Batam, Amsakar Tekankan Keberagaman Harus Jadi Kekuatan Komisaris PT Pertamina Arun Gas (PAG) Dukung PKRM PRIMA DMI Langsa 2026. Wanda Assyura: remaja masjid harus diberi ruang untuk berkreasi. Amsakar: GMPP Harus Jadi Jembatan Masyarakat Pesisir dan Pemerintah BP Batam Perkuat Promosi KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam di Medical Fair Asia 2026 Sekolah Owner: Strategi Pengusaha Muda Tatap Peluang Ekonomi Global Mulai 7 September 2026, Bank Pekreditan Rakyat Bestari Bertransformasi Menjadi PT. BPR Bestari (Perseroda)

Lingga

Warga Dabo Singkep Berburu Pertalite, Rela Antre Dari Pagi Hingga Malam Hari

badge-check


					Warga Dabo Singkep Berburu Pertalite, Rela Antre Dari Pagi Hingga Malam Hari Perbesar

LantakNews.Com. Lingga-Krisis bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite melanda Dabo Singkep, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga.

Dalam dua hari terakhir, warga harus menghadapi kenyataan pahit, mengantre berjam-jam hanya demi mendapatkan beberapa liter bahan bakar untuk kebutuhan sehari-hari.

Pemandangan antrean panjang sepeda motor terlihat di sejumlah titik, salah satunya di kios eceran kawasan Jalan Pahlawan, dekat Gedung Nasional, Kamis (2/4/2026).

Deretan kendaraan mengular memenuhi badan jalan, sementara warga sabar menunggu giliran di tengah keterbatasan pasokan.

Kelangkaan Pertalite mulai dirasakan warga sejak Rabu (1/4/2026) malam dan terus berlanjut hingga keesokan harinya. Situasi ini semakin diperparah karena banyak kios eceran yang biasanya menjadi alternatif justru tutup.

Di sisi lain, satu-satunya SPBU di pusat Kota Dabo Singkep diketahui sudah tidak beroperasi selama kurang lebih tiga pekan.

Kondisi tersebut membuat warga yang sangat bergantung pada sepeda motor untuk bekerja dan beraktivitas harian menjadi pihak paling terdampak.

Nurhade, seorang warga, mengaku harus mengantre sejak malam hari agar tidak kehabisan BBM.

“Saya mulai antre dari malam. Sekarang cari minyak susah, kios banyak tutup, SPBU juga belum buka. Mau tidak mau beli di mana saja yang ada,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Toni. Ia terkejut saat hendak mengisi bahan bakar di pagi hari, namun mendapati hampir semua kios tutup.

“Biasanya masih bisa beli di kios, tapi sekarang banyak yang tutup. Jadi kaget juga,” katanya.

Menurut Toni, kelangkaan ini membuat warga terpaksa membeli BBM dengan harga jauh di atas normal di tingkat eceran. Meski mahal, mereka tidak memiliki banyak pilihan karena kebutuhan bekerja tetap harus berjalan.

Di tengah kondisi ini, warga berharap ada langkah cepat dari pihak terkait untuk menormalkan kembali distribusi BBM di Dabo Singkep agar aktivitas masyarakat tidak terus terganggu.(

 

Baca Lainnya

Lapangan Merdeka Bergemuruh, Nelayan Tangguh Unjuk Gigi

20 Agustus 2026 - 21:33 WIB

Bupati Nizar Hadir di Tengah Korban Puting Beliung Tanjung Kelit, Bukti Kepedulian Tak Selalu Diukur Angka

16 Juni 2026 - 19:34 WIB

Pemprov Kepri Telusuri Status Lahan Pulau Katang yang Dijual Rp65 Miliar di Media Sosial

4 Juni 2026 - 15:30 WIB

Petugas Sidak Lapas Dabo Singkep Lingga, Sisir Kamar Warga Binaan Cari Barang Terlarang

7 April 2026 - 14:57 WIB

Seleksi Bintara Polri 2026 di Lingga Diikuti 45 Peserta, Semua Lolos Tahap Awal

7 April 2026 - 14:55 WIB

Trending di Lingga