Deadlock Mediasi 28 Juli 2026, Masyarakat Mesuji Lanjutkan Reklaming Lahan di Blok O:40, 41, 42 Wawako Raja Ariza: Event Olahraga Buka Ruang Promosi Produk UMKM Diskusi dari Hati ke Hati, Ketua Kwarcab Weni Sampaikan Materi Dihadapan Kepala Sekolah Diskusi dari Hati ke Hati, Ketua Kwarcab Weni Sampaikan Materi Dihadapan Kepala Sekolah Kondisi Permukiman Jadi Pertimbangan, 105 Rumah Warga Tanjung Unggat Dapat Bantuan RTLH Anggaran Tenaga Ahli Pemprov Banten Naik Rp17 Miliar dalam Dua Tahun, Transparansi Dipertanyakan

Batam

Waka BGN Sony Sonjaya: Dapur MBG Wajib Penuhi Standar dan Bersertifikat Halal, Pelanggaran Akan Disanksi

badge-check


					Waka BGN Sony Sonjaya: Dapur MBG Wajib Penuhi Standar dan Bersertifikat Halal, Pelanggaran Akan Disanksi Perbesar

LantakNews.Com. Batam-Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Bidang Operasional Pemenuhan Gizi Badan Gizi Nasional (BGN), Irjen Pol. (Purn.) Sony Sonjaya, menegaskan bahwa seluruh dapur dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) wajib memenuhi standar yang telah ditetapkan, termasuk memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan sertifikat halal.

Ia menekankan, dapur yang tidak memenuhi ketentuan tersebut akan dikenakan sanksi tegas berupa penangguhan operasional atau suspensi.

“Dapur harus memenuhi standar yang telah ditentukan dan wajib memiliki sertifikat halal. Jika tidak, maka akan disuspensi,” tegasnya saat memberikan sambutan dalam rapat konsolidasi BGN di Batam, Kamis, 2 April 2026.

Soni juga mengingatkan agar pengelolaan dapur MBG tidak dilakukan secara asal-asalan. Pasalnya, Badan Gizi Nasional telah memberikan berbagai insentif kepada para mitra sebagai bentuk dukungan dalam menjalankan program tersebut.

“Dapur jangan dikelola secara sembarangan, karena BGN sudah memberikan insentif bagi mitra. Artinya, harus ada tanggung jawab untuk menjaga kualitas dan standar yang ditetapkan,” ujarnya.

Selain itu, ia menegaskan bahwa ke depan dapur MBG akan memiliki sistem klasifikasi. Hal ini akan berpengaruh langsung terhadap besaran insentif yang diterima oleh masing-masing mitra.

“Ke depan dapur akan memiliki klasifikasi. Jadi jangan dibangun asal-asalan, karena itu akan berpengaruh pada insentif yang diterima,” tambahnya.

Ia juga menekankan pentingnya integritas seluruh pihak yang terlibat dalam program MBG. Pelaksanaan program harus dilakukan secara profesional, transparan, dan penuh tanggung jawab.

“Seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan MBG harus bekerja dengan baik, transparan, serta bertanggung jawab,” lanjutnya.

Menurutnya, program MBG bukan sekadar penyediaan makanan, tetapi juga bagian dari upaya strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat.

Oleh karena itu, standar kebersihan, kualitas bahan baku, hingga proses distribusi harus benar-benar dijaga.

BGN, lanjutnya, akan terus melakukan pengawasan dan evaluasi secara berkala guna memastikan seluruh dapur MBG berjalan sesuai ketentuan, demi menjamin kualitas layanan kepada masyarakat.

Baca Lainnya

PB PII Tegaskan Dukungan terhadap Program Kementerian Pertanian, Siap Bersinergi Berantas Mafia Pangan

2 Agustus 2026 - 06:15 WIB

Sambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Ditsamapta Polda Kepri Gelar Bakti Sosial dan Bagikan 100 Bendera Merah Putih

2 Agustus 2026 - 05:14 WIB

KNPI DKI Jakarta Siap Berkolaborasi dengan DPN GPANN Perkuat Gerakan P4GN

2 Agustus 2026 - 05:11 WIB

Di Balik Kesibukan Memimpin Batam, Amsakar Dapat Kejutan Hangat di Ulang Tahun ke-58

2 Agustus 2026 - 02:47 WIB

DPP GEMURA Soroti Kemunculan “Kabinet Bayangan”, Desak Transparansi: “Kabinet Bayangan atau Kabinet Bayaran?”

1 Agustus 2026 - 16:01 WIB

Trending di Nasional