Menu

Mode Gelap
Pansus DPRD Kota Batam Finalisasi Ranperda LAM, Siap Dibawa ke Paripurna WFH, Pemko Batam Targetkan Efisiensi Belanja hingga Rp18,1 Miliar Hari Bumi: Seruan Islam untuk Menjaga Planet Kita Sukses Membangun SDM di Wilayah Kepulauan, Gubernur Ansar Bakal Terima Penghargaan NGA 2026 571 CPNS Jalani Latsar CPNS 2026 Dilaksanakan BPSDM Provinsi Kepri Triwulan I 2026, Investasi Batam Melonjak Lebih dari 100 Persen

Kepri

Pulau Penyengat, Jembatan Lintas Generasi Menuju Pariwisata Berkelanjutan 

badge-check


					Masjid Raya Sultan Riau, Pulau Penyengat terlihat dari udara. Pulau Penyengat terletak di Kota Tanjungpinang menjadi jembatan lintas generasi menuju pariwisata berkelanjutan. Perbesar

Masjid Raya Sultan Riau, Pulau Penyengat terlihat dari udara. Pulau Penyengat terletak di Kota Tanjungpinang menjadi jembatan lintas generasi menuju pariwisata berkelanjutan.

Lantaknews.com. KEPRI-Pulau Penyengat terus menunjukkan perannya sebagai destinasi strategis berbasis sejarah, budaya, dan religi yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah di Provinsi Kepulauan Riau.

Sebagai miniatur kejayaan peradaban Melayu-Islam, Pulau Penyengat memiliki nilai historis tinggi, termasuk sebagai pusat lahirnya tata bahasa Melayu yang menjadi dasar Bahasa Indonesia melalui karya tokoh besar Raja Ali Haji. Selain itu, kawasan ini juga telah ditetapkan sebagai cagar budaya nasional dan terus dikembangkan sebagai destinasi wisata halal unggulan.

Sejalan dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2024–2029, pembangunan sektor pariwisata diarahkan pada konsep pariwisata berkualitas dan berkelanjutan melalui pendekatan pariwisata regeneratif.

Konsep ini menekankan pentingnya keberlanjutan dengan melibatkan partisipasi masyarakat serta memberikan dampak positif terhadap lingkungan, sosial, ekonomi, dan budaya.

Presiden RI Prabowo Subianto juga menginstruksikan implementasi Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Rapi, dan Indah) serta Gerakan Wisata Bersih (GWB) sebagai upaya menjaga kebersihan dan kenyamanan destinasi wisata di seluruh daerah.

Revitalisasi kawasan Pulau Penyengat secara masif dan pendekatan pariwisata regenaratif dengan melibatkan masyarakat menjadi kunci dalam pengembangan wisata pulau berjuluk Indera Sakti ini. Nampak wajah kawasan Balai Adat Pulau Penyengat yang telah direvitalisasi Pemprov Kepri.

Dalam mendukung instruksi tersebut, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau di bawah kepemimpinan Gubernur H. Ansar Ahmad terus melakukan revitalisasi kawasan Pulau Penyengat secara masif. Berbagai pembangunan telah dilakukan, mulai dari penataan jalan kawasan, perbaikan drainase, pemasangan lampu penerangan, penataan objek wisata, penyediaan fasilitas umum seperti toilet, hingga pengelolaan sampah.

Tak hanya itu, pengembangan sektor pariwisata juga melibatkan masyarakat melalui penguatan UMKM, pengelolaan homestay, serta berbagai atraksi wisata berbasis budaya lokal.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, Hasan, menegaskan bahwa Pulau Penyengat memiliki kekuatan besar sebagai destinasi wisata berbasis sejarah dan budaya yang mampu memberikan dampak ekonomi nyata.

“Pulau Penyengat bukan hanya memiliki nilai sejarah yang tinggi, tetapi juga menjadi kekuatan ekonomi daerah melalui pengembangan pariwisata berbasis budaya dan religi,” ujarnya.

Hasan menambahkan bahwa pendekatan pariwisata regeneratif menjadi kunci dalam pengembangan Pulau Penyengat ke depan.

“Konsep pariwisata regeneratif ini menekankan bahwa pariwisata tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga mampu memperbaiki lingkungan, sosial, dan budaya dengan melibatkan masyarakat secara aktif,” jelasnya.

Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil positif. Selama periode Januari hingga Maret 2026, kunjungan wisatawan ke Pulau Penyengat tercatat mencapai sekitar 6.200 orang, baik wisatawan mancanegara maupun domestik, khususnya dari Malaysia, Singapura, Eropa, serta wilayah Nusantara, terutama pada momentum libur nasional dan Hari Raya Idulfitri.

Menurut Hasan, meningkatnya jumlah kunjungan ini harus dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat setempat.

“Dengan meningkatnya kunjungan wisatawan, ini menjadi peluang besar bagi masyarakat untuk mengembangkan UMKM, homestay, serta berbagai layanan wisata lainnya,” ungkapnya.

Pemerintah Provinsi Kepri bersama Pemerintah Kota Tanjungpinang juga terus melakukan pembinaan terhadap pelaku UMKM dan pengelola homestay agar mampu memberikan layanan yang berkualitas kepada wisatawan.

Upaya pengembangan pariwisata di Pulau Penyengat telah menunjukkan hasil positif dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan baik mancanegara maupun domestik.

Masyarakat juga diimbau untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sebagai bagian penting dalam menciptakan daya tarik wisata yang berkelanjutan.

“Wisatawan akan tertarik dan kembali berkunjung apabila destinasi wisata tersebut bersih, nyaman, dan ramah. Karena itu, peran masyarakat sangat penting dalam menjaga Pulau Penyengat,” tambah Hasan.

Ke depan, Gubernur Ansar Ahmad menegaskan komitmennya untuk terus melanjutkan pembangunan di Pulau Penyengat, termasuk rencana pembangunan monumen bahasa, peningkatan akses penerangan jalan, serta revitalisasi lanjutan Balai Adat sebagai destinasi wisata baru.

Hasan menyebutkan bahwa pembangunan monumen bahasa dan museum akan menjadi daya tarik baru sekaligus penggerak ekonomi daerah.

“Pembangunan monumen bahasa ini akan menjadi ikon baru yang tidak hanya memperkuat identitas sejarah, tetapi juga memberikan multiplier effect terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” jelasnya.

Dengan kekayaan sejarah, budaya, dan nilai religius yang dimiliki, Pulau Penyengat diharapkan mampu menjadi jembatan lintas generasi dalam memperkenalkan kejayaan peradaban Melayu-Islam sekaligus menjadi pusat edukasi budaya dan sejarah bagi generasi masa kini dan mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sukses Membangun SDM di Wilayah Kepulauan, Gubernur Ansar Bakal Terima Penghargaan NGA 2026

23 April 2026 - 15:45 WIB

571 CPNS Jalani Latsar CPNS 2026 Dilaksanakan BPSDM Provinsi Kepri

23 April 2026 - 15:33 WIB

Batam Jadi Kunci, Tanjungpinang dan Bintan Didorong Berkolaborasi Perkuat Pariwisata Kepri

22 April 2026 - 20:54 WIB

Dugaan Potongan Gaji Tanpa Dasar, Integritas Internal Polda Kepri Dipertanyakan”

20 April 2026 - 12:41 WIB

Halalbihalal bersama Keluarga Besar Kepri di Jabodetabek, Gubernur Ansar Paparkan Progres Pembangunan, Dari Infrastruktur hingga Peningkatan Ekonomi Masyarakat

20 April 2026 - 11:18 WIB

Trending di Kepri