Wamendagri Bima Arya: Karakter dan Kecerdasan Intelektual Harus Berjalan Beriringan Bupati Sumedang Buka Musdis XI AMS, Tekankan Lima Strategi Penguatan Organisasi Bersama Polresta Barelang dan PSSI, Amsakar Berbagi 1.000 Paket Beras Kapal Virgo Transport 8 Terbalik di Laut Jawa, Data Sementara 107 Orang Dievakuasi dan 6 Meninggal Dorong Generasi Antikorupsi, Penyuluh Antikorupsi Ajak Mahasiswa Hukum Perkuat Integritas Masjid Raya Bintaro Jaya Jadi Lokasi Bimtek Manajemen Masjid Modern bagi 24 Masjid Tangsel

Tanjungpinang

Ikuti Rakor Kemendagri, Pemko Tanjungpinang Perkuat Langkah Pengendalian Inflasi Daerah

badge-check


					Ikuti Rakor Kemendagri, Pemko Tanjungpinang Perkuat Langkah Pengendalian Inflasi Daerah Perbesar

Lantaknews.com. Kota Tanjungpinang – Pemerintah Kota Tanjungpinang menunjukkan komitmennya terus aktif mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia (RI) secara hybrid di Ruang Rapat Asisten II, Kantor Wali Kota Tanjungpinang, Senin (8/6/2026).

Rakor dipimpin Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir, yang menekankan pentingnya langkah cepat, konkret, dan terukur dari pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga, khususnya komoditas pangan strategis.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Mei 2026, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan andil sebesar 0,39 persen. Di antara komoditas tersebut, cabai merah tercatat memberikan tekanan inflasi tertinggi setelah mengalami kenaikan harga sebesar 25,64 persen dengan andil inflasi mencapai 0,08 persen.

Tomsi menilai pemerintah daerah perlu mengambil langkah lebih proaktif terkait hal ini dengan menggalakkan gerakan menanam cabai di wilayah masing-masing sebagai langkah konkret mengendalikan harga. Menurutnya, tingginya harga cabai saat ini tidak dapat terus diatasi hanya dengan mengandalkan distribusi pasokan dari daerah lain, tetapi perlu dibarengi peningkatan produksi di tingkat lokal.

Selain membahas pengendalian inflasi, rakor juga membahas terkait kondisi kemiskinan, stunting, ketenagakerjaan, serta program pembangunan nasional lainnya sebagai upaya memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

Menanggapi hal ini, Kabid Stabilisasi Harga dan Pengembangan Ekspor Disdagin Kota Tanjungpinang, Riyanto menyampaikan Pemko Tanjungpinang terus berupaya melakukan langkah-langkah konkret agar inflasi daerah tetap terkendali, diantaranya dengan melakukan pemantauan harga bahan pokok secara berkala, memastikan kelancaran distribusi, serta menjaga ketersediaan pasokan komoditas strategis di pasaran.

“Pemko Tanjungpinang melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) juga akan terus melakukan koordinasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk mendorong penguatan sektor pertanian dan ketahanan pangan daerah”, pungkas Riyanto.

Komitmen ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah Kota Tanjungpinang dalam menjaga daya beli masyarakat, memperkuat stabilitas ekonomi daerah, serta mendukung tercapainya pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Sumber: MC TPI
Redaksi: Qanit MY

Baca Lainnya

Goro ASN Pemko Tanjungpinang Mulai Ditiru Warga, Kini Jadi Kebiasaan

13 September 2026 - 01:15 WIB

Sekda Zulhidayat apresiasi Kodaeral IV mempercantik Pulau Penyengat.

13 September 2026 - 01:13 WIB

KB Gratis di 8 Puskesmas Tanjungpinang hingga 22 September, Ada IUD dan Implan

13 September 2026 - 01:08 WIB

Mulai 7 September 2026, Bank Pekreditan Rakyat Bestari Bertransformasi Menjadi PT. BPR Bestari (Perseroda)

11 September 2026 - 17:46 WIB

Kualitas Udara Tanjungpinang Masih Kategori Sedang, Masyarakat Diimbau Tetap Waspada

11 September 2026 - 07:45 WIB

Trending di Tanjungpinang