Diskominfo Tanjungpinang Edukasi Masyarakat Kenali Modus Love Scamming Terima Kunjungan Komisi III DPRD Karimun. Ahmad Yani: Berbagi Praktik Baik Bahas Pengelolaan Limbah B3 Gelar Rakor TPID, Wawako Raja Ariza: Fenomena El Nino Memengaruhi Distribusi Pasokan dan Inflasi Daerah Disdik Tanjungpinang Persiapkan Program Seragam Gratis bagi Siswa Baru Gerak Jalan Proklamasi 2026 Gunakan Penilaian Online, Hasil Lomba Langsung Terekap Menolak Klaim Perluasan Kampung Tua Batu Merah Yang Mencederai Kepastian Hukum Dan Hak Sah PT Sosor Tala Jaya

Daerah

Hibah Lahan untuk Yonif TNI di Inhil: Antara Kepentingan Pertahanan dan Amal Jariyah Kolektif

badge-check


					Hibah Lahan untuk Yonif TNI di Inhil: Antara Kepentingan Pertahanan dan Amal Jariyah Kolektif Perbesar

LantakNews.Com. Sungai Guntung_Inhil – Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten Indragiri Hilir menghibahkan lahan seluas 75 hektare untuk pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 953/Harimau Rawa TNI Angkatan Darat di Provinsi Riau.

Penyerahan lahan tersebut dilakukan oleh Ketua BPD KKSS Inhil, H. M. Haris, dalam seremoni di Kelurahan Harapan Tani yang turut dihadiri perwakilan Kementerian Pertahanan, Bupati Inhil Herman, jajaran TNI, serta pengurus KKSS.

Haris menegaskan bahwa hibah tersebut bukan semata atas nama pribadi, melainkan juga membawa nama organisasi KKSS sebagai bentuk kontribusi bersama dalam mendukung kepentingan negara.

Lahan yang dihibahkan direncanakan akan dimanfaatkan untuk pembangunan fasilitas militer, seperti markas, pos keamanan, dan sarana latihan prajurit, yang dinilai berkaitan langsung dengan kepentingan umum, khususnya dalam menjaga stabilitas keamanan masyarakat.

Selain itu, hibah tersebut juga dapat dimaknai sebagai sedekah jariyah, yakni amal yang pahalanya terus mengalir selama manfaatnya dirasakan. Apalagi, keterlibatan organisasi menunjukkan adanya nilai amaliyah kolektif dalam kontribusi tersebut.

Meski demikian, rencana pembangunan satuan teritorial baru ini masih memunculkan sejumlah pertanyaan, terutama terkait urgensi strategis, serta kajian dampak sosial, lingkungan, dan tata ruang yang belum dipaparkan secara rinci.

Ke depan, transparansi perencanaan dan pelibatan masyarakat dinilai penting agar pembangunan sektor pertahanan ini dapat berjalan selaras dengan kepentingan publik secara luas.

Baca Lainnya

Forkomnas KPI: Kolaborasi Mahasiswa Nusantara Kunci Mewujudkan Indonesia Emas 2045

23 Juli 2026 - 23:47 WIB

Warga Sebut Limbah Ekonomis PT Asahimas Chemical Puluhan Tahun Dimonopoli Pengusaha yang Diduga Tak Miliki Izin

22 Juli 2026 - 01:13 WIB

HMI MPO Cilegon Desak APH Tuntaskan Kasus Korupsi Tanpa Tebang Pilih, Soroti Perkara ASABRI hingga Krakatau Steel

14 Juli 2026 - 14:56 WIB

Migas Blok Andaman Tarik Minat Investor, KEK ARun Disiapkan Jadi Pusat Hilirisasi Eenergi Aceh

14 Juli 2026 - 07:43 WIB

Tokoh Pemuda Riau, Rifky Arifi diundang sebagai Dewan Juri dalam ajang Pemilihan Putra Putri Literasi Budaya Riau tahun 2026

12 Juli 2026 - 06:33 WIB

Trending di Daerah