Menu

Mode Gelap
Di Balik Pelemahan Rupiah, Singapura Dituding Menjadi Pusat Perputaran Dana dan Transaksi Spekulatif yang Merugikan Indonesia Terima Audiensi Gubernur Ansar, Wamen Giring Nyatakan Dukungan Pembangunan Museum dan Monumen Tugu Bahasa Investasi Batam Lampaui Target, Data Centre Jadi Jantung Baru Ekonomi Warga Sei Jang Tuntaskan Pemilihan RT 01 RW 04 Lewat Musyawarah Tanpa Voting Pertimbangkan Daya Saing Investasi, BP Batam Tunda Penyesuaian Tarif Peti Kemas Suplai Air di Taman Baloi hingga Sukajadi Terganggu, BP Batam Lakukan Perbaikan Darurat

Daerah

Hibah Lahan untuk Yonif TNI di Inhil: Antara Kepentingan Pertahanan dan Amal Jariyah Kolektif

badge-check


					Hibah Lahan untuk Yonif TNI di Inhil: Antara Kepentingan Pertahanan dan Amal Jariyah Kolektif Perbesar

LantakNews.Com. Sungai Guntung_Inhil – Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten Indragiri Hilir menghibahkan lahan seluas 75 hektare untuk pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 953/Harimau Rawa TNI Angkatan Darat di Provinsi Riau.

Penyerahan lahan tersebut dilakukan oleh Ketua BPD KKSS Inhil, H. M. Haris, dalam seremoni di Kelurahan Harapan Tani yang turut dihadiri perwakilan Kementerian Pertahanan, Bupati Inhil Herman, jajaran TNI, serta pengurus KKSS.

Haris menegaskan bahwa hibah tersebut bukan semata atas nama pribadi, melainkan juga membawa nama organisasi KKSS sebagai bentuk kontribusi bersama dalam mendukung kepentingan negara.

Lahan yang dihibahkan direncanakan akan dimanfaatkan untuk pembangunan fasilitas militer, seperti markas, pos keamanan, dan sarana latihan prajurit, yang dinilai berkaitan langsung dengan kepentingan umum, khususnya dalam menjaga stabilitas keamanan masyarakat.

Selain itu, hibah tersebut juga dapat dimaknai sebagai sedekah jariyah, yakni amal yang pahalanya terus mengalir selama manfaatnya dirasakan. Apalagi, keterlibatan organisasi menunjukkan adanya nilai amaliyah kolektif dalam kontribusi tersebut.

Meski demikian, rencana pembangunan satuan teritorial baru ini masih memunculkan sejumlah pertanyaan, terutama terkait urgensi strategis, serta kajian dampak sosial, lingkungan, dan tata ruang yang belum dipaparkan secara rinci.

Ke depan, transparansi perencanaan dan pelibatan masyarakat dinilai penting agar pembangunan sektor pertahanan ini dapat berjalan selaras dengan kepentingan publik secara luas.

Baca Lainnya

Ancam Sweeping, Zulinto Dinilai Rusak Marwah PGRI

5 Juni 2026 - 16:46 WIB

IAEI Jambi Resmi Dilantik, Dr. Rafidah Ajak Semua Pihak Bangun Kekuatan Baru Ekonomi Syariah Daerah

3 Juni 2026 - 06:58 WIB

Ekonomi Syariah Jambi Bersiap Naik Kelas, Dr. Rafidah Siap Kawal UMKM dan Industri Halal

3 Juni 2026 - 06:55 WIB

Dari Jambi untuk Indonesia: Dr. Rafidah Bawa Misi Besar Menjadikan Ekonomi Syariah sebagai Mesin Pertumbuhan Baru

3 Juni 2026 - 06:50 WIB

DIDESAK TUNTAS KASUS SMARTBOARDARD LANGKAT-TEBING TINGGI TERUS BERGULIR

3 Juni 2026 - 05:32 WIB

Trending di Daerah