Opini Akademik: “Jalan Hotel Vista Batam Terus Bergelombang: Jangan Hanya Memperbaiki Aspal, Selamatkan Fondasi Tanahnya!” Sumpah Pemuda dari Mata Perempuan: Merawat Indonesia Melalui Keberanian dan Kepedulian Wali Kota Lis: Semangat Sumpah Pemuda Harus Tercermin dalam Tindakan Nyata Sukses Prestasi dan Sukses Tuan Rumah, Wali Kota Lis Lepas Kontingen Porprov Kepri VI 2026 Amsakar Luncurkan DUKSTAR, Pelayanan Kependudukan Lebih Dekat ke Warga Peringati Sumpah Pemuda 2026, Dorong Generasi Muda Berkarakter dan Peduli

Dunia

PM Spanyol jadi kepala negara pertama kutuk pembunuhan TNI di Lebanon

badge-check


					PM Spanyol jadi kepala negara pertama kutuk pembunuhan TNI di Lebanon Perbesar

LantakNews.Com. Repelita Madrid – Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez menjadi kepala negara pertama yang secara terbuka mengecam pembunuhan penjaga perdamaian Indonesia yang bertugas di Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) setelah insiden ledakan yang menewaskan satu prajurit TNI pada Ahad (29/3/2026) malam.

 

Sanchez mengungkapkan kecamannya melalui unggahan di akun X pada Senin (30/3/2026) dengan pernyataan tegas bahwa Spanyol mengutuk keras peristiwa tersebut dan menuntut klarifikasi asal muasal proyektil yang menghantam posisi pasukan perdamaian.

 

“Spanyol mengutuk keras peristiwa ini. Mereka menuntut agar asal muasal proyektil tersebut diklarifikasi. Dan kami menyerukan kepada pemerintah Israel untuk menghentikan serangan,” tulis Sanchez.

 

Ia menambahkan bahwa serangan terhadap misi penjaga perdamaian PBB merupakan agresi yang tidak dapat dibenarkan terhadap seluruh komunitas internasional, dan menegaskan bahwa garis merah telah dilanggar dengan tewasnya pasukan penjaga perdamaian.

 

Para penjaga perdamaian terbunuh ketika ledakan yang tidak diketahui asalnya menghancurkan kendaraan mereka di dekat Bani Hayyan, menurut pernyataan UNIFIL yang dirilis pada Senin (30/3/2026).

 

“Seorang penjaga perdamaian ketiga terluka parah dan penjaga perdamaian keempat juga terluka,” demikian pernyataan UNIFIL yang merinci jumlah korban dalam insiden tersebut.

Dalam kronologi yang diperoleh, pasukan perdamaian Indonesia yang gugur tersebut turut berjaga bersama pasukan Spanyol di wilayah rawan konflik di Lebanon selatan.

 

Kematian terbaru ini terjadi kurang dari sehari setelah seorang penjaga perdamaian Indonesia tewas dalam ledakan lain pada Ahad (29/3/2026), menambah daftar panjang korban dari kalangan pasukan penjaga perdamaian.

 

“Serangan yang disengaja terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran berat terhadap hukum kemanusiaan internasional dan Resolusi Dewan Keamanan 1701, dan mungkin merupakan kejahatan perang,” kata UNIFIL.

 

Prancis telah meminta pertemuan darurat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) menyusul insiden yang sangat serius yang menargetkan pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon.

 

“Serangan terhadap posisi penjaga perdamaian PBB tidak dapat diterima dan tidak dapat dibenarkan,” kata Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot, seraya menambahkan bahwa negaranya menyerukan penyelidikan penuh atas tragedi ini.(*)

Baca Lainnya

AS Tambah Kekuatan Militer di Timur Tengah, Jumlah Kapal Perang Puluhan

22 Oktober 2026 - 23:05 WIB

Anggota Parlemen Malaysia Kalam Salan Sampaikan Pesan Berbahasa Jawa kepada Prabowo soal Kabut Asap Karhutla

22 Oktober 2026 - 15:50 WIB

Amsakar Minta Camat dan Lurah Aktif Turun ke Lapangan, Serap Aspirasi Warga

17 Oktober 2026 - 12:35 WIB

Anies Baswedan Terima Freedom of the City of London, Setara Winston Churchill

17 Oktober 2026 - 02:24 WIB

Kemenag Buka Bantuan Masjid Rp50 Juta dan Musala Rp35 Juta, Cek Syaratnya

15 Oktober 2026 - 16:02 WIB

Trending di Nasional