Menu

Mode Gelap
Gubernur Aceh Ke-13 yang juga tokoh perdamaian Aceh Dr Zaini Abdullah Berpulang MW KAHMI-FORHATI Kepri Hadirkan Terobosan dan Laksanakan Sunat Massal Hingga Diskusi RUU Usai Penantian Empat Dekade, Kanada Akhirnya Pecah Telur di Piala Dunia GNTL Batam: Tingginya Kasus HIV Harus Jadi Alarm Serius, Pemko Diminta Perkuat Ketahanan Keluarga dan Perlindungan Generasi Muda Harumkan Nama Bintan, Miswanto Dianugerahi Penghargaan Kalpataru Adya 2026 Pemkab Bintan Sosialisasikan Program BSRTLH 2026, 44 Unit Rumah Siap Direhabilitasi

Natuna

Nelayan Natuna Di Usir Kapal Trawl Asing, Bupati Natuna Minta Pangkoarmada RI dan KKP Perkuat Pengamanan Perairan Natuna Utara

badge-check


					Nelayan Natuna Di Usir Kapal Trawl Asing, Bupati Natuna Minta Pangkoarmada RI dan KKP Perkuat Pengamanan Perairan Natuna Utara Perbesar

Lantaknews.com. Natuna-Bupati Natuna Cen Sui Lan merespon cepat laporan nelayan tradisional yang terpaksa meninggalkan area tangkap di Perairan Natuna Utara akibat aktivitas kapal pukat harimau yang diduga merupakan Kapal Ikan Asing (KIA) asal Vietnam.

Pada hari ini, Senin (1/6/2026), Bupati Cen Sui Lan menegaskan bahwa keselamatan dan hak nelayan Natuna untuk mencari nafkah di wilayah laut Indonesia harus mendapat perlindungan penuh dari negara.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Bupati Cen Sui Lan langsung berkoordinasi dengan Panglima Komando Armada Republik Indonesia (Pangkoarmada RI) dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Ia meminta agar pengawasan serta patroli keamanan di Perairan Natuna Utara segera diperkuat guna mencegah masuk dan beroperasinya kapal-kapal asing yang diduga melakukan penangkapan ikan secara ilegal.

Menurut Cen Sui Lan, keberadaan kapal-kapal asing di wilayah tangkap nelayan Natuna tidak hanya merugikan dari sisi ekonomi, tetapi juga mengancam keselamatan para nelayan yang setiap hari menggantungkan hidup dari laut. Kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena menyangkut perlindungan warga negara dan kedaulatan Indonesia di wilayah perbatasan.

Ia juga meminta agar operasi pengawasan dan penindakan terhadap kapal-kapal yang diduga melakukan praktik Illegal, Unreported and Unregulated Fishing (IUU Fishing) ditingkatkan. Selain merusak sumber daya perikanan, penggunaan alat tangkap seperti trawl berpotensi merusak ekosistem laut yang selama ini dijaga oleh nelayan tradisional Natuna melalui praktik penangkapan yang berkelanjutan.

Pemerintah Kabupaten Natuna, lanjutnya, akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat, TNI AL, Bakamla, KKP, dan instansi terkait lainnya untuk memastikan keamanan perairan Natuna Utara tetap terjaga. Pemkab Natuna juga siap menampung dan meneruskan setiap laporan nelayan sebagai bahan tindak lanjut bersama pihak berwenang.

Cen Sui Lan menegaskan bahwa Natuna merupakan beranda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang harus dijaga bersama. Ia berharap kehadiran negara melalui patroli dan pengawasan yang lebih intensif dapat memberikan rasa aman kepada nelayan, sehingga mereka dapat kembali melaut dan beraktivitas secara normal tanpa ancaman dari kapal-kapal asing di wilayah perairan Indonesia.

Baca Lainnya

Pemkab Natuna Matangkan Langkah Perbaikan Tata Kelola Hibah dan Bansos Daerah

10 Juni 2026 - 19:58 WIB

Pemkab Natuna Buka 7 Kuota Beasiswa Dokter Spesialis, Penerima Terikat Pengabdian 20 Tahun

9 Juni 2026 - 22:01 WIB

Rotasi Besar Pejabat Natuna Mulai Bergerak, Enam Kepala OPD Jalani Job Fit

4 Juni 2026 - 15:14 WIB

Perkuat Sinergitas Wilayah Perbatasan, Bupati Natuna Hadiri Sunset Dinner Bersama Pangkoarmada I

17 Mei 2026 - 16:52 WIB

Bupati Natuna Gelar Ramah Tamah Bersama Pangkogabwilhan I dan Pangkoarmada I di Gedung Daerah

17 Mei 2026 - 16:46 WIB

Trending di Natuna