Wamendagri Bima Arya: Karakter dan Kecerdasan Intelektual Harus Berjalan Beriringan Bupati Sumedang Buka Musdis XI AMS, Tekankan Lima Strategi Penguatan Organisasi Bersama Polresta Barelang dan PSSI, Amsakar Berbagi 1.000 Paket Beras Kapal Virgo Transport 8 Terbalik di Laut Jawa, Data Sementara 107 Orang Dievakuasi dan 6 Meninggal Dorong Generasi Antikorupsi, Penyuluh Antikorupsi Ajak Mahasiswa Hukum Perkuat Integritas Masjid Raya Bintaro Jaya Jadi Lokasi Bimtek Manajemen Masjid Modern bagi 24 Masjid Tangsel

Tanjungpinang

Hantavirus dari Tikus Sering Tak Disadari karena Mirip Demam Biasa

badge-check


					Hantavirus dari Tikus Sering Tak Disadari karena Mirip Demam Biasa Perbesar

Lantaknews.com. Kota Tanjungpinang – Banyak masyarakat mengenal penyakit yang ditularkan nyamuk seperti dengue atau malaria. Namun, tidak banyak yang mengetahui bahwa tikus juga dapat menjadi sumber penularan penyakit berbahaya, salah satunya hantavirus.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan KB (Dinkesdalduk KB) Kota Tanjungpinang, Rustam, mengingatkan masyarakat agar lebih menjaga kebersihan lingkungan dan mengendalikan populasi tikus di sekitar rumah guna mencegah risiko penyebaran hantavirus.

“Prinsipnya, lingkungan kita harus bebas dari tikus. Kebersihan rumah harus dijaga dan sampah harus dikelola dengan baik,” kata Rustam, Selasa (12/5/2026).

Hantavirus merupakan penyakit yang gejalanya sering sulit dikenali karena menyerupai demam biasa maupun penyakit lain seperti dengue dan leptospirosis. Gejala awal umumnya berupa demam, nyeri otot, sakit kepala, mual, dan tubuh terasa lemas.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat sebagian orang tidak menyadari telah terpapar virus karena mengira hanya mengalami demam biasa. Karena itu, Kementerian Kesehatan akan menyiapkan pemeriksaan khusus untuk membantu identifikasi kasus.

“Virusnya ini gejalanya sulit dibedakan karena sama-sama demam. Nanti ada tes dari Kemenkes supaya bisa diketahui,” ujarnya.

Rustam menjelaskan hantavirus bukan penyakit yang hanya ditemukan di luar negeri. Paparan virus tersebut juga pernah ditemukan di Indonesia dan berkaitan dengan keberadaan tikus sebagai pembawa virus.

Berbeda dengan penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk, hantavirus menyebar melalui urin, kotoran, atau air liur tikus yang mencemari udara maupun permukaan benda. Seseorang dapat terinfeksi ketika menghirup debu yang terkontaminasi, terutama saat membersihkan ruangan kotor atau area yang menjadi sarang tikus.

Lingkungan yang kotor, tumpukan sampah, saluran air yang tidak terawat, hingga gudang lembap dapat menjadi tempat berkembangnya tikus pembawa penyakit.

Selain menjaga kebersihan rumah dan lingkungan, warga juga dianjurkan menggunakan masker saat membersihkan area berdebu atau tempat yang ditemukan banyak kotoran tikus guna mengurangi risiko paparan virus.

Upaya mengurangi risiko hantavirus, lanjut Rustam, tidak cukup hanya melalui pengobatan, tetapi juga harus dimulai dari kebiasaan hidup bersih dan pengendalian lingkungan.

“Yang paling penting itu pencegahan. Jangan biarkan rumah kotor dan banyak tikus, karena itu bisa menjadi sumber penyakit,” ucapnya.

Ia juga mengimbau masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami demam disertai keluhan yang tidak kunjung membaik, terutama jika tinggal di lingkungan dengan banyak tikus.

Sumber: MC TPI
Redaksi: QMY

 

Baca Lainnya

Goro ASN Pemko Tanjungpinang Mulai Ditiru Warga, Kini Jadi Kebiasaan

13 September 2026 - 01:15 WIB

Sekda Zulhidayat apresiasi Kodaeral IV mempercantik Pulau Penyengat.

13 September 2026 - 01:13 WIB

KB Gratis di 8 Puskesmas Tanjungpinang hingga 22 September, Ada IUD dan Implan

13 September 2026 - 01:08 WIB

Mulai 7 September 2026, Bank Pekreditan Rakyat Bestari Bertransformasi Menjadi PT. BPR Bestari (Perseroda)

11 September 2026 - 17:46 WIB

Kualitas Udara Tanjungpinang Masih Kategori Sedang, Masyarakat Diimbau Tetap Waspada

11 September 2026 - 07:45 WIB

Trending di Tanjungpinang