Wamendagri Bima Arya: Karakter dan Kecerdasan Intelektual Harus Berjalan Beriringan Bupati Sumedang Buka Musdis XI AMS, Tekankan Lima Strategi Penguatan Organisasi Bersama Polresta Barelang dan PSSI, Amsakar Berbagi 1.000 Paket Beras Kapal Virgo Transport 8 Terbalik di Laut Jawa, Data Sementara 107 Orang Dievakuasi dan 6 Meninggal Dorong Generasi Antikorupsi, Penyuluh Antikorupsi Ajak Mahasiswa Hukum Perkuat Integritas Masjid Raya Bintaro Jaya Jadi Lokasi Bimtek Manajemen Masjid Modern bagi 24 Masjid Tangsel

Tanjungpinang

Wawako Raja Ariza: Penanganan HIV Harus Jadi Prioritas Bersama

badge-check


					Wawako Raja Ariza: Penanganan HIV Harus Jadi Prioritas Bersama Perbesar

Lantaknews.com. Kota Tanjungpinang – Wakil Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza meminta penanganan HIV/AIDS menjadi prioritas bersama agar layanan bagi orang dengan HIV/AIDS (ODHIV) tetap berjalan berkelanjutan di tengah keterbatasan pendanaan program kesehatan.

Hal itu disampaikannya dalam kegiatan Advokasi Strategis Building Awareness and Mobilizing Domestic Resources Workshop for Sustainability of HIV Program di Aston Tanjungpinang Hotel and Conference Center, Senin (11/5/2026).

Menurut Raja Ariza, selama ini banyak program sosial dan kesehatan, termasuk penanganan HIV/AIDS, mendapat dukungan dari NGO dan lembaga donor luar negeri. Namun kondisi global membuat kemampuan pendanaan mereka mulai terbatas.

“Ini warning bagi kita. Jangan sampai nanti NGO melepas bantuan, sementara pemerintah belum siap mengambil alih,” katanya.

Ia menyebut penanganan HIV/AIDS tidak bisa hanya dibebankan kepada komunitas sosial. Keterlibatan pemerintah daerah, sektor swasta, hingga lembaga masyarakat diperlukan agar upaya pencegahan tetap berjalan.

“Kalau anggaran pemerintah terbatas, persoalan ini harus dipikul bersama. Minimal ada prioritas untuk penanganan penyakit ini,” ujarnya.

Karena itu, ia berharap keterlibatan perusahaan melalui program tanggung jawab sosial atau CSR dapat membantu keberlanjutan layanan HIV/AIDS.

Saat ini, lanjut Raja Ariza, jumlah penderita HIV/AIDS di Kepulauan Riau mendekati 4.000 orang. Sementara di Tanjungpinang, sekitar 1.000 orang masih membutuhkan layanan dan pengawasan rutin.

Meski belum sepenuhnya mencapai target, penanganan HIV/AIDS di Tanjungpinang mulai menunjukkan perkembangan positif.

“Ini tantangan bagi kita di tengah keterbatasan anggaran. Tapi kalau dilakukan bersama-sama, persoalan ini bisa kita atasi agar penyakit ini tidak terus berkembang,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Komunitas Peduli AIDS Kepri (Kompak), Harmoni, menjelaskan kegiatan ini digelar untuk mencari solusi keberlanjutan program HIV/AIDS setelah sejumlah pendanaan donor mulai berakhir.

Sejak 2019, program pendampingan ODHIV di Tanjungpinang mendapat dukungan dari lembaga donor internasional. Namun sebagian bantuan dijadwalkan selesai pada 2026.

Selain memberi dukungan psikososial, komunitas juga membantu memastikan pasien tetap menjalani terapi ARV secara rutin.

“Kami berharap ada dukungan dari pemerintah maupun nonpemerintah agar program pencegahan HIV/AIDS di Tanjungpinang tetap berjalan,” terangnya.

Dalam forum itu turut disampaikan komitmen donor global terhadap pendanaan kesehatan terus menurun. The Global Fund pada 2025 memangkas pendanaan sebesar 9,26 persen dari skema hibah yang berjalan.

Di sisi lain, efisiensi anggaran pemerintah pusat ikut berdampak terhadap pembiayaan program kesehatan, termasuk HIV, TB, dan malaria.

Data Kementerian Kesehatan RI per Juni 2025 mencatat dari estimasi total orang dengan HIV di Indonesia, sebanyak 353.694 orang atau 63 persen telah teridentifikasi. Dari jumlah tersebut, 249.808 orang sudah memulai pengobatan ARV dan 139.958 di antaranya mencapai virus tersupresi. (Red)

 

Baca Lainnya

Goro ASN Pemko Tanjungpinang Mulai Ditiru Warga, Kini Jadi Kebiasaan

13 September 2026 - 01:15 WIB

Sekda Zulhidayat apresiasi Kodaeral IV mempercantik Pulau Penyengat.

13 September 2026 - 01:13 WIB

KB Gratis di 8 Puskesmas Tanjungpinang hingga 22 September, Ada IUD dan Implan

13 September 2026 - 01:08 WIB

Mulai 7 September 2026, Bank Pekreditan Rakyat Bestari Bertransformasi Menjadi PT. BPR Bestari (Perseroda)

11 September 2026 - 17:46 WIB

Kualitas Udara Tanjungpinang Masih Kategori Sedang, Masyarakat Diimbau Tetap Waspada

11 September 2026 - 07:45 WIB

Trending di Tanjungpinang