Diskominfo Tanjungpinang Edukasi Masyarakat Kenali Modus Love Scamming Terima Kunjungan Komisi III DPRD Karimun. Ahmad Yani: Berbagi Praktik Baik Bahas Pengelolaan Limbah B3 Gelar Rakor TPID, Wawako Raja Ariza: Fenomena El Nino Memengaruhi Distribusi Pasokan dan Inflasi Daerah Disdik Tanjungpinang Persiapkan Program Seragam Gratis bagi Siswa Baru Gerak Jalan Proklamasi 2026 Gunakan Penilaian Online, Hasil Lomba Langsung Terekap Menolak Klaim Perluasan Kampung Tua Batu Merah Yang Mencederai Kepastian Hukum Dan Hak Sah PT Sosor Tala Jaya

Daerah

PRIMA DMI SUMSEL Ajak Masyarakat Cermat Dalam Tanggapi Framing Menyesatkan Potongan Video Ceramah Kepada Pak JK

badge-check


					PRIMA DMI SUMSEL Ajak Masyarakat Cermat Dalam Tanggapi Framing Menyesatkan Potongan Video Ceramah Kepada Pak JK Perbesar

LantakNews.Com. Palembang-Ketua Umum Perhimpunan Remaja Masjid Dewan Masjid Indonesia (PRIMA DMI) Provinsi Sumsel Masa Khidmat 2023-2027 Asmuni Falahul Faleh M.Pd.I menyatakan Sikap bahwa Framing menyesatkan potongan video ceramah kepada Wakil Presiden RI ke-10 (2004–2009) dan ke-12 (2014–2019) Bapak Dr. (Hc) Drs. HM. Jusuf Kalla, MM terkait dengan tudingan penistaan agama yang belakangan mencuat ke publik.

Dalam keterangan tertulis tertanggal Kamis (16/04/2026) yang diterima redaksi, Ketua Umum PRIMA DMI Sumsel Asmuni tersebut menilai pernyataan Bapak HM. Jusuf Kalla kerap dipotong dan di politisir, khususnya dalam konteks pembahasan konflik di Poso dan Ambon.

“seharusnya kita lihat terlebih dahulu pernyataan beliau secara utuh dan komprehensif, tidak sepotong-sepotong. Jika dipahami secara lengkap, justru itu adalah upaya menjelaskan proses perdamaian,” ujar Asmuni.

Menurut mereka, peran Bapak HM Jusuf Kalla dalam penyelesaian konflik horizontal di Poso dan Ambon merupakan bagian penting dari sejarah rekonsiliasi nasional.

Mereka menilai narasi yang berkembang saat ini berpotensi menyesatkan publik apabila tidak disertai pemahaman konteks secara komprehensif dan orisinil kontek.

“Pak JK adalah tokoh yang berkontribusi besar dalam menciptakan perdamaian. Pernyataan beliau tidak bisa dilepaskan dari pengalaman sebagai tokoh perdamaian,” lanjutnya.

Asmuni juga mengajak dan menghimbau pihak-pihak yang melaporkan dugaan penistaan agama agar lebih cermat dan objektif dalam menilai suatu pernyataan, dengan menonton rekaman video secara penuh sebelum mengambil kesimpulan.

Mereka menegaskan bahwa langkah klarifikasi ini merupakan bentuk tanggung jawab moral untuk menjaga kondusivitas serta mencegah kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Kami mengajak semua pihak khsusunya masyarakat untuk mengedepankan kejernihan berpikir dan tidak mudah terkontaminasi, dan  terprovokasi oleh potongan informasi dan narasi yang tidak utuh,” demi menjaga persatuan dan kesatuan antar umat beragama seyogyanya semuanya harus menahan diri agar tidak menimbulkan gejolak secara horizontal dan pro kontra berkepanjangan, krn bangsa Indonesia selalu mengedepankan persaudaraan dan khasanah keilmuan dan akal sehat bukan ego sektoral tutup pernyataan tersebut.

Baca Lainnya

Forkomnas KPI: Kolaborasi Mahasiswa Nusantara Kunci Mewujudkan Indonesia Emas 2045

23 Juli 2026 - 23:47 WIB

Warga Sebut Limbah Ekonomis PT Asahimas Chemical Puluhan Tahun Dimonopoli Pengusaha yang Diduga Tak Miliki Izin

22 Juli 2026 - 01:13 WIB

HMI MPO Cilegon Desak APH Tuntaskan Kasus Korupsi Tanpa Tebang Pilih, Soroti Perkara ASABRI hingga Krakatau Steel

14 Juli 2026 - 14:56 WIB

Migas Blok Andaman Tarik Minat Investor, KEK ARun Disiapkan Jadi Pusat Hilirisasi Eenergi Aceh

14 Juli 2026 - 07:43 WIB

Tokoh Pemuda Riau, Rifky Arifi diundang sebagai Dewan Juri dalam ajang Pemilihan Putra Putri Literasi Budaya Riau tahun 2026

12 Juli 2026 - 06:33 WIB

Trending di Daerah